banner 728x250.

Tapal Batas Sumber Mulya–Biatan Ilir Tak Kunjung Tuntas, Lahan Jagung Kian Tergerus

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 592 kali

BERAU, Global-satu.com – Polemik tapal batas antara Kampung Sumber Mulya dan Biatan Ilir kembali mencuat. Persoalan yang disebut telah berlangsung belasan hingga puluhan tahun itu dinilai semakin mendesak karena berdampak langsung pada keberlangsungan lahan pertanian warga.

Sumber Mulya selama ini dikenal sebagai sentra jagung di wilayah pesisir selatan Berau. Namun, petani mengeluhkan penyusutan lahan akibat belum adanya kepastian batas administrasi kampung yang sah.

Sejumlah warga menyampaikan persoalan tersebut kepada Sutami, Anggota DPRD Berau yang menggelar resesnya di pesisir beberapa waktu lalu. Beberapa warga menyebut pembukaan lahan sawit oleh pihak dari wilayah berbatasan membuat ruang tanam jagung kian menyempit. Kondisi ini memicu keresahan karena menyangkut sumber penghidupan mayoritas masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Berau, Sutami, menilai penyelesaian batas wilayah bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan soal perlindungan hak masyarakat atas lahan garapan.

Ia mendorong pemerintah daerah segera melakukan penegasan dan penetapan batas melalui mekanisme resmi agar tidak terus menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.

Menurutnya, ketahanan pangan daerah juga dipertaruhkan jika sentra produksi jagung tidak mendapat kepastian ruang kelola yang jelas.

“Ini harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat petani yang dirugikan karena kelalaian penyelesaian batas wilayah,” tegasnya.

 

Indra/Rdk/Adv