BERAU, Global-satu.com β Anggota DPRD Kalimantan Timur, Husin Djufrie, menanggapi serius keluhan masyarakat pesisir Kabupaten Berau terkait dugaan masih maraknya praktik penggunaan potasium oleh oknum nelayan untuk menangkap ikan karang secara ilegal.
Praktik tersebut diduga dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan kimia ke area terumbu karang untuk melumpuhkan ikan, sehingga ikan dapat ditangkap dalam kondisi hidup. Cara ini dinilai sangat merusak ekosistem laut dan jelas dilarang karena berdampak pada rusaknya terumbu karang serta terganggunya habitat ikan.
Husin menegaskan bahwa praktik penangkapan ikan dengan bahan kimia berbahaya tidak bisa dibiarkan karena mengancam keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir.

βKalau benar masih terjadi di lapangan, ini harus menjadi perhatian serius. Kita tidak boleh membiarkan laut kita rusak karena praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan,β ujarnya.
Lebih lanjut, Husin juga mengungkapkan bahwa masyarakat nelayan disebut telah melaporkan persoalan ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau dan Provinsi Kaltim . Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tindakan tegas atau langkah penertiban di lapangan.
Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut secara berkelanjutan. Bahkan, menurut laporan warga, sempat terjadi ketegangan di laut ketika nelayan mencoba menegur oknum yang diduga menggunakan potasium.
Dalam insiden itu, nelayan disebut hampir menjadi korban pengeroyokan oleh oknum-oknum tersebut saat terjadi adu mulut di wilayah perairan. Beruntung, situasi tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan dapat diredam.
Husin menilai kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban dan pengawasan ketat di wilayah pesisir rawan praktik ilegal tersebut.
βIni bukan hanya soal pelanggaran aturan, tapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat nelayan di lapangan. Negara harus hadir,β tegasnya.
Ia juga mendorong adanya peningkatan patroli laut serta edukasi kepada nelayan agar tidak menggunakan cara-cara penangkapan yang merusak ekosistem, sekaligus mencegah konflik horizontal antar sesama nelayan.
Husin berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga kelestarian laut Berau yang dikenal memiliki kekayaan terumbu karang tinggi, agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Indra/Rdk
.
.
.




