banner 728x250.
News  

Kelurahan Dukuh Menanggal Gelar Wayang Kulit di Acara Bersih Desa

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.084 kali

SURABAYA – Bersih desa merupakan salah satu kegiatan budaya yang harus dipertahankan atau uri uri budaya hal ini dilakukan oleh Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Surabaya pada hari Sabtu, (27/08/2022).

A. Zainuri S.Pd ketua panitia mengatakan kegiatan ini dilakukan setiap tahun di kelurahan Dukuh Menanggal. Kegiatan selamatan bertujuan untuk syukuran kepada Allah agar terhindar dari bencana ataupun marabahaya.

“Kegiatan ini kita berdoa bersama supaya dihindarkan dari bencana atau marabahaya,” kata Zainuri

“Kegiatan budaya ini juga melibatkan generasi milenial supaya mereka bisa mengetahui dan mewariskan kepada anak cucunya,” tambah ketua panitia

Zainuri menekankan kegiatan budaya iniΒ  berusaha untuk melibatkan anak-anak agar generasi muda tidak melupakan budaya Nusantara dengan harapanΒ  agar generasi muda atau generasi mileniall tidak melupakan budaya kita dan bisa diturunkan sampai pada generasi yang akan datang.

Agus Tjahyono S.STP, M.Si Camat Gayungan menjelaskan Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan agenda rutin yang sudah dilakukan oleh warga masyarakat mungkin karena ada pandemi 2 tahun belakangan 2 tahun ini vakum dan Alhamdulillah saat ini karena ini tingkat penularan juga sudah menurun akhirnyaΒ  masyarakat bisa mengadakan kembali sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan karunia yang diberikan kepadaΒ  masyarakat Kelurahan Dukuh Menanggal.

“Ini merupakan kegiatan rutin kelurahan kecuali selama pandemi tidak ada kegiatan dan ini bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan karuniaNya,” kata Agus

Tjahyono menegaskan ini salah satu kesenian tradisional wayang kulit bisa menjadi bentuk pengenalan akan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa kepada anak cucu agar mereka juga tahu bahwa kita sebagai warga Indonesia itu punya kesenian yang harus dilestarikan. Jadi jangan hanya tahu budaya-budaya luar tapi mereka juga harus tahu bahwa kita ini sebagai orang Indonesia, sebagai orang Jawa Itu punya kesenian yang tidak kalah bagusnya.

Dengan adanga kegiatan ini harapan saya mudah-mudahan kalau saat sekarang yang menjadi penyelenggaraan ini kan generasi-generasi sudah cukup sepuh mudah-mudahan nanti setiap tahun itu bisa terselenggara dan yang jadi panitia itu kalau bisa ya anak-anak muda karang taruna sehingga mereka juga punya andil dalam melestarikan kebudayaan Jawa.

“Ini merupakan salah satu cara mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda dan semoga di tahun-tahun mendatang generasi muda sebagai penyelenggaranya,” ucap Camat Gayungan.

Vitra SH. Lurah Dukuh Menanggal menjelaskan setiap tahun warga memang mengadakan kegiatan ruwat desa untuk berdoa bersama semoga wilayah ini bisa diberikan perlindungan diberi keselamatan dijauhkan dari malapetaka dan setiap ruwat desa kita selalu menggelaran wayang kulit. Hanya masa pandemi 2 tahun kita tidak mengadakan kegiatan pagelaran wayang kulit. Untuk tahun ini kita mengambil tema
Mudune Wahyu Katentraman dengan harapan warga Dukuh Menanggal diberi keselamatan ketentraman dan kedamaian.

“Ruwat desa kita selalu mengelar wayang kulit. Untuk tahun ini mengambil tema Mudune Wahyu Katentraman,” ujarΒ  Vitra.

“Dengan adanya kegiatan ini harapannya agar generasi muda mengerti dan mengenal akan wayang,” imbuhnya.

Vitra juga mengatakan, dengan adanya kegiatan berharap agar generasi muda atau milenial mengerti dan mengenal akan wayang yang biasanya mereka hanya melihat di YouTube . “Saat ini mereka bisa melihat cara nyata inilah pagelaran wayang yang sebenarnya,” tukasnya.(msa)