banner 728x250.

KUPP Tanjung Redeb Akui Ada 12 Titik Pendangkalan di Sungai Berau

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 785 kali

Berau, Global-satu.com – Persoalan pendangkalan di alur Sungai Berau kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur sungai tersebut.

Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, mengungkapkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelumnya, terdapat sekitar 12 titik pendangkalan di alur pelayaran Sungai Berau. Data tersebut saat ini tengah dimasukkan dalam penyusunan rencana pelabuhan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan ke depan.

Menurutnya, hingga saat ini belum tersedia alokasi anggaran pemerintah untuk melaksanakan pengerukan. Karena itu, KUPP membuka peluang keterlibatan badan usaha yang bersedia mengambil peran dalam upaya normalisasi alur pelayaran.

 

Foto : Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning.

“Hasil survei tahun lalu ada sekitar 12 titik pendangkalan,” kata Lister saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, sejumlah titik pendangkalan tersebut berada di jalur yang dilalui kapal sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran. Terlebih, karakteristik perairan Berau yang dipengaruhi pasang surut cukup tinggi dinilai dapat memperbesar risiko apabila tidak dilakukan pemeliharaan secara berkala.

Sebelumnya, General Manager PT Pelindo Berau, Yusuf Yunus, menyampaikan bahwa pendangkalan di beberapa titik Sungai Berau mulai menghambat aktivitas kapal yang keluar masuk pelabuhan. Kondisi tersebut bahkan disebut menyebabkan kapal dengan ukuran tertentu mengalami kesulitan hingga berisiko kandas saat melintas.

Akibat pendangkalan, kapasitas kapal yang dapat memasuki Pelabuhan Berau menjadi terbatas. Situasi ini dinilai dapat berdampak pada kelancaran arus barang dan aktivitas logistik yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Lister berharap rencana pengerukan dapat segera terealisasi. Selain meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi sungai, normalisasi alur pelayaran juga diyakini mampu mendukung distribusi barang, meningkatkan daya saing pelabuhan, serta memberikan manfaat lain bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, pendangkalan yang tertangani dengan baik juga berpotensi membantu mengurangi dampak banjir karena kapasitas tampung sungai menjadi lebih optimal.

 

Indra/Rdk