BERAU, Global-satu.com β Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sutami, mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang kembali memperkuat promosi wisata melalui program Berau Wonders dengan melibatkan kreator konten.
Menurut Sutami, pemanfaatan media digital dan peran kreator konten menjadi langkah yang tepat mengikuti perkembangan zaman. Media sosial dinilai memiliki kekuatan besar dalam memperkenalkan potensi wisata Berau, khususnya untuk menjangkau generasi muda dan calon wisatawan yang aktif menggunakan platform digital.
βPeran kreator konten sangat membantu dalam memperkenalkan potensi wisata kita. Mereka bisa menunjukkan keindahan Berau dengan cara yang lebih kreatif dan menarik,β ujarnya.
Namun, Sutami mengingatkan agar penguatan promosi tidak hanya berhenti pada pembuatan konten. Menurutnya, promosi harus berjalan seiring dengan kesiapan destinasi wisata, sehingga apa yang ditampilkan kepada publik sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
βJangan sampai kita gencar melakukan promosi, tetapi ketika wisatawan datang masih menemukan berbagai persoalan. Tempat wisata harus dipersiapkan dengan baik,β katanya.
Ia menyoroti sejumlah hal yang masih perlu menjadi perhatian, mulai dari infrastruktur menuju lokasi wisata, fasilitas pendukung, pengelolaan sampah, hingga aspek keamanan. Menurutnya, akses jalan yang rusak, kebersihan yang belum maksimal, dan kurangnya pengelolaan dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan.
βPotensi wisata Berau sangat besar, tetapi harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Keindahan alam saja tidak cukup, wisatawan juga membutuhkan akses yang mudah, tempat yang bersih, dan rasa aman saat berkunjung,β jelasnya.
Selain itu, Sutami juga menilai keberadaan media massa tetap memiliki peran penting dalam ekosistem promosi pariwisata. Menurutnya, media sosial dan kreator konten dapat menjadi sarana promosi yang cepat, namun media memiliki fungsi verifikasi dan penyajian informasi yang lebih mendalam kepada publik.
βKita tidak bisa hanya mengandalkan media sosial. Sosial media memang efektif, terutama untuk anak-anak muda, tetapi tetap harus ada peran media dalam melakukan verifikasi, memberikan informasi yang akurat, dan mengangkat potensi wisata secara lebih komprehensif,β ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membangun kolaborasi yang seimbang antara kreator konten, media massa, pelaku wisata, dan masyarakat. Dengan begitu, promosi wisata Berau tidak hanya ramai di dunia digital, tetapi juga didukung oleh kualitas destinasi yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
βPromosi harus dibarengi pembenahan. Kalau destinasi sudah siap, informasi tersampaikan dengan baik, dan wisatawan mendapatkan pengalaman positif, maka pariwisata Berau akan semakin berkembang,β pungkasnya.
Indra/Rdk
.
.
.




