Berau, Global-satu.com – Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga berpotensi menjadi pesaing baru bagi jaringan ritel nasional yang selama ini mendominasi hingga wilayah pelosok.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyebut konsep koperasi yang direncanakan pemerintah tersebut menyimpan peluang besar dalam mendorong ekonomi berbasis desa, asalkan dikelola secara serius dan inovatif.
“Konsepnya tidak sederhana. Koperasi ini bisa dilengkapi berbagai fasilitas seperti toko, tempat istirahat, hingga warung kopi. Bahkan berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Sutami.
Ia menjelaskan, di sejumlah kawasan pesisir, keterbatasan akses terhadap ritel modern membuka ruang bagi Koperasi Merah Putih untuk hadir sebagai alternatif ekonomi masyarakat, terutama saat terjadi peningkatan kebutuhan seperti musim liburan.
Sutami menambahkan, dukungan pemerintah pusat terhadap program ini juga cukup kuat. Pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan di setiap kampung sebagai lokasi operasional koperasi dengan ukuran yang disarankan sekitar 20×30 meter hingga 30×30 meter.
“Dengan dukungan lahan tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat layanan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai koperasi tersebut dapat memiliki fungsi yang lebih luas, mulai dari tempat singgah pengguna jalan, pengembangan usaha penginapan sederhana, hingga pusat distribusi hasil produksi masyarakat desa.
“Koperasi dapat menampung hasil tangkapan nelayan, kemudian menyalurkannya kembali ke pasar. Bahkan ke depan bisa mendukung sektor pariwisata desa,” tuturnya.
Namun demikian, Sutami menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Tanpa pengelolaan yang baik, koperasi dikhawatirkan hanya berjalan seperti usaha biasa.
“Kalau pola pikir pengelolanya belum berkembang, koperasi ini hanya akan berjalan seperti usaha biasa. Padahal peluang pengembangannya sangat luas,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara maksimal, serta mendorong pemerintah untuk memberikan pendampingan berkelanjutan agar koperasi benar-benar menjadi penguat ekonomi desa.
“Kesempatannya sangat besar. Tinggal bagaimana pengelolaannya agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Indra/Adv
.
.
.




