banner 728x250.

DPRD Inisiasi Raperda Penguatan BUMK, Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung di Berau

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 990 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Kabupaten Berau tengah menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pedoman Pembentukan dan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat kampung.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menjelaskan regulasi tersebut disusun untuk memberikan arah yang lebih jelas bagi kampung dalam mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan usaha yang dikelola secara mandiri.

“Pembangunan kampung tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga harus didukung oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan sektor ekonomi produktif,” ujar Rudi.

Ia menilai BUMK memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian di sekitar 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau. Karena itu, ia menegaskan agar keberadaan BUMK tidak hanya bersifat formalitas.

“Ketergantungan kampung terhadap Anggaran Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) masih cukup tinggi. Kalau masih bergantung terus, pembangunan kampung tidak akan berkembang optimal,” tuturnya.

Rudi mencontohkan sejumlah kampung seperti Long Lanuk, Labanan Makarti, dan Sukan Tengah yang dinilai telah berhasil mengelola BUMK secara produktif. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi role model bagi kampung lain.

“Pengalaman kampung yang sudah berhasil bisa dijadikan acuan. Tinggal bagaimana kampung lain mau mulai dan serius mengelolanya,” tambahnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti peluang pemanfaatan potensi lokal, terutama di kawasan perkebunan sawit. Limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan optimal dinilai berpotensi menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola melalui BUMK.

“BUMK bisa mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah kampung,” jelasnya.

Rudi berharap Raperda ini dapat membuka ruang lebih luas bagi kampung untuk mengembangkan usaha sendiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli kampung.

“Harapannya kampung tidak hanya bergantung pada dana pemerintah, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Indra/Adv