banner 728x250.

Berau Coal Dukung Pengembangan Sawah, Hasil Panen Petani di Kampung Tasuk Meningkat

banner 728x250. banner 728x250.

BERAU, Global-satu.com – Dukungan PT Berau Coal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut membantu petani di Kabupaten Berau dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya persawahan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Eko Saputra, pria berusia 36 tahun yang telah menekuni dunia pertanian selama kurang lebih 15 tahun. Di tengah kesibukannya bekerja di sektor swasta, Eko tetap menjalankan aktivitas bertani yang telah digelutinya sejak lulus sekolah menengah pertama (SMP).

Bagi Eko, menjadi petani bukan sekadar pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Ia memandang profesi tersebut sebagai pekerjaan mulia karena turut mengambil peran dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

Selama ini, Eko mengelola lahan pertanian di Kampung Tasuk. Melalui program pengembangan sawah PT Berau Coal yang diikutinya sejak 2025, ia memperoleh kesempatan mengembangkan lahan persawahan seluas setengah hektare dengan dukungan berbagai kebutuhan pertanian.

Bantuan yang diterimanya meliputi benih padi, pupuk, obat-obatan, racun rumput, serta sarana pendukung lainnya. Dukungan tersebut disertai pendampingan dari tim Yayasan Dharma Bakti Berau Coal untuk mengetahui kebutuhan petani selama proses pengembangan lahan.

Pada panen perdana, Eko menerima bantuan benih sebanyak 15 kilogram. Saat itu, lahan yang ditanaminya baru mencakup sebagian dari keseluruhan area yang tersedia. Meski demikian, ia berhasil memperoleh hasil panen sebanyak 13 karung.

“Alhamdulillah, untuk panen perdana, walaupun belum penuh karena sekitar setengah dari lahan saja yang saya gunakan, hasilnya sekitar 500 kilogram beras kalau ditimbang,” ungkap Eko.

Hasil tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus mengembangkan lahan yang dimiliki. Memasuki 2026, Eko mulai memanfaatkan seluruh lahan seluas setengah hektare untuk menanam padi.

Seiring dengan pemanfaatan lahan yang lebih optimal, hasil panen yang diperolehnya juga meningkat. Dari sebelumnya 13 karung, kini Eko mampu menghasilkan hingga 25 karung dalam satu kali panen.

“Saat awal diberikan bantuan oleh Berau Coal, saya mampu panen 13 karung. Alhamdulillah, dari bantuan yang diberikan, saya bisa mengembangkannya menjadi 25 karung dalam satu kali panen,” ujarnya.

Menurut Eko, manfaat program tersebut tidak hanya berasal dari bantuan awal, tetapi juga dukungan yang diberikan selama proses penanaman. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan lahan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan petani di lapangan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Pendampingan juga dilakukan kepada kami para petani. Jadi, tim melakukan pemantauan untuk melihat kebutuhan kami. Selain benih, kami diberikan obat-obatan, pupuk, racun rumput, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Hasil panen yang diperoleh kemudian dipasarkan kepada masyarakat di Kampung Tasuk dan Tanjung Redeb. Bagi Eko, dukungan yang diterimanya menjadi salah satu dorongan untuk terus mengembangkan pertanian sekaligus memperluas manfaat hasil produksi bagi masyarakat sekitar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Berau Coal atas dukungan yang diberikan kepada petani dampingan. Eko berharap program pengembangan sawah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani serta lahan pertanian di wilayah lainnya.

“Terima kasih kepada PT Berau Coal atas bantuannya yang memberikan manfaat bagi kami para petani dampingan,” tuturnya.

Eko juga mengajak para petani, terutama generasi muda, agar tidak kehilangan semangat dalam mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, upaya menjaga ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan kampung melalui pemanfaatan lahan pertanian secara produktif.

Sementara itu, Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menyampaikan bahwa program pengembangan sawah merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Berau mengembangkan sektor pertanian, khususnya persawahan.

“Program pengembangan sawah ini merupakan salah satu upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung Pemerintah Kabupaten Berau dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya persawahan. Program ini tidak hanya menyasar petani yang sudah berpengalaman, tetapi juga membuka kesempatan bagi petani muda untuk ikut mengembangkan sektor pertanian,” ujarnya.

Reza berharap program tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian dan persawahan di Kabupaten Berau.

Melalui program ini, pengembangan pertanian diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memperkuat peran petani lokal dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu