banner 728x250.

Dedy Okto Soroti Expo Berau 2026, dari Anggaran hingga Keluhan Pelaku UMKM

banner 728x250. banner 728x250.

BERAU, Global-satu.com – Pelaksanaan Berau Expo 2026 terus menjadi sorotan masyarakat. Mulai dari pemilihan pengisi acara, penggunaan anggaran, hingga keluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait keterbatasan tempat berjualan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi penyelenggara. Terlebih, expo yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi Kabupaten Berau semestinya juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

“Kalau kita berbicara tentang expo, tentu bukan hanya soal panggung hiburan atau siapa artis yang didatangkan. Kita juga harus melihat bagaimana dampaknya terhadap masyarakat, khususnya UMKM lokal. Jangan sampai kegiatan besar seperti ini justru belum memberikan ruang yang cukup bagi pelaku usaha kita,” ujarnya.

Ia menyoroti keluhan pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan tempat berjualan. Menurutnya, kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyelenggaraan kegiatan daerah.

“Kalau memang ada UMKM yang mengeluhkan keterbatasan tempat berjualan, ini harus dijelaskan. Berapa jumlah tempat yang tersedia, bagaimana mekanisme penyewaannya, dan sejauh mana UMKM lokal diberikan kesempatan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat kemeriahannya, tetapi kesempatan bagi pelaku usaha sendiri justru terbatas,” tegasnya.

Dedy Okto juga menyoroti berbagai kritik yang muncul terhadap Berau Expo 2026. Ia mempertanyakan mengapa kegiatan tersebut mendapatkan perhatian dan sorotan yang begitu besar, sementara berbagai event lain juga diselenggarakan di Kabupaten Berau.

“Di Berau ini banyak kegiatan dan event yang dilaksanakan. Pertanyaannya, mengapa expo ini yang begitu ramai disorot? Ada apa sebenarnya? Tentu kita perlu melihat persoalannya secara utuh. Kalau memang ada kekurangan dalam pelaksanaannya, sampaikan secara terbuka dan jadikan bahan evaluasi. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa dijelaskan justru menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap kegiatan yang menggunakan anggaran daerah perlu dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi juga harus dilakukan secara objektif, baik terhadap konsep acara, penggunaan anggaran, pemilihan pengisi acara, maupun manfaat yang diterima masyarakat.

“Kalau memang ada yang perlu dievaluasi, ya harus dievaluasi. Jangan alergi terhadap kritik. Tetapi, kritik juga harus dijawab dengan data dan penjelasan yang jelas, supaya masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” katanya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan expo ke depan perlu memberikan perhatian lebih terhadap pelaku UMKM lokal. Selain menyediakan tempat berjualan yang memadai, panitia perlu memastikan mekanisme pendaftaran dan penyewaan tenant disampaikan secara terbuka agar pelaku usaha mengetahui kesempatan yang tersedia.

“Tujuan kegiatan daerah seharusnya bukan hanya menyelenggarakan acara yang meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. UMKM lokal harus mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, memasarkan produk, dan meningkatkan pendapatan. Ini yang perlu menjadi perhatian dalam setiap penyelenggaraan event di Berau,” pungkasnya

Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu