BERAU, Global-satu.com – Perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan sikap bijak dalam menggunakan media digital agar demokrasi tetap berjalan sehat.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur Husin Djufrie saat menggelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah bertema “Teknologi Informasi untuk Efektivitas Pengawasan Publik dan Demokrasi Daerah” di Jalan Datu Asibi RT 02, Kelurahan Talisayan, Kecamatan Talisayan, Sabtu (13/6/2023) malam.
Kegiatan yang dimoderatori Mayang Siningrum itu turut menghadirkan H. Sappe dan Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Husin menilai kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Kini, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat ikut mengawasi kebijakan dan jalannya pembangunan melalui berbagai platform digital.
“Teknologi memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan kepada pemerintah. Ini merupakan bagian penting dari penguatan demokrasi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial harus diimbangi dengan kemampuan memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum disebarluaskan.
“Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi alat memperkuat demokrasi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks atau memecah belah masyarakat. Gunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Husin juga menekankan bahwa pengawasan publik tidak selalu harus dilakukan melalui aksi besar. Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap pelayanan publik, penggunaan anggaran, hingga pelaksanaan pembangunan di lingkungan sekitar juga merupakan bentuk partisipasi dalam demokrasi.
“Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin baik pula kualitas demokrasi yang kita bangun bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi digital dan pengawasan publik terus meningkat sehingga dapat mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih terbuka dan akuntabel.
Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung transparansi pemerintahan dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Indra/Rdk/Adv
.
.
.




