banner 728x250.

DPRD Dorong Penguatan TPI, Sakirman: Potensi Ikan Berau Harus Dikelola Maksimal

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 709 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Berau menyoroti melimpahnya potensi sumber daya ikan di Kabupaten Berau yang dinilai perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur, khususnya Tempat Pembongkaran Ikan (TPI), agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengatakan produksi ikan di wilayah pesisir Berau selama ini tergolong tinggi dan bahkan mampu menyuplai kebutuhan ke sejumlah daerah di Kalimantan.

“Produksi ikan selama ini cukup tinggi di daerah pesisir. Bahkan setelah kebutuhan lokal terpenuhi, distribusi ke luar daerah seperti Malinau, Samarinda hingga Bulungan bisa mencapai satu sampai dua ton per hari. Ini potensi besar yang harus kita kelola dengan baik,” ujar Sakirman.

Ia menekankan, ketersediaan ikan yang melimpah harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang baik, salah satunya melalui optimalisasi fungsi TPI sebagai pusat aktivitas bongkar muat dan distribusi hasil tangkapan nelayan.

“Salah satu TPI yang ada potensinya besar itu di Tanjung Batu, tapi fasilitas yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar bisa menunjang aktivitas perikanan secara maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, jika fasilitas TPI dilengkapi secara memadai, maka aktivitas bongkar muat dan pemasaran dapat terpusat sehingga distribusi menjadi lebih tertata, efisien, dan kualitas ikan tetap terjaga.

Sakirman juga mendorong agar nelayan dan pedagang ikan dapat diarahkan untuk memanfaatkan TPI sebagai pusat perdagangan. Dengan sistem yang lebih baik, hasil tangkapan nelayan dapat langsung dipasarkan dengan harga yang lebih kompetitif.

“Ini tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan,” tambahnya.

Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta pengelolaan yang terarah, sektor perikanan di Berau dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan dan distribusi ikan di wilayah Kalimantan.

“Jangan hanya melihat hasil tangkapan nelayan saja, tapi penguatan infrastruktur penunjangnya juga perlu diperhatikan agar hasilnya bisa lebih optimal,” tandasnya.

Indra/Adv