banner 728x250.

DPRD Dorong Pembangunan Pasar Pesisir, Sutami Sebut Ekonomi Warga Harus Lebih Mandiri

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 952 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Berau kembali mendorong pemerintah daerah untuk membangun pasar tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Berau. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat agar tidak terus bergantung pada pusat kota.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengungkapkan bahwa hingga kini warga di lima kecamatan pesisir masih harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif baik dari segi waktu maupun biaya.

“Kalau ada pasar di pesisir, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Ini juga akan mendorong perputaran ekonomi di wilayah mereka sendiri,” kata Sutami.

Data 2025 mencatat jumlah penduduk di lima kecamatan pesisir mencapai 56.368 jiwa, terdiri dari Talisayan 18.781 jiwa, Biatan 10.358 jiwa, Tabalar 8.567 jiwa, Batu Putih 10.478 jiwa, dan Biduk-Biduk 8.184 jiwa. Menurut Sutami, jumlah tersebut sudah cukup untuk mendukung keberadaan pasar rakyat di wilayah pesisir.

“Jumlah ini cukup untuk mendukung keberadaan pasar rakyat di wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia menilai Kecamatan Talisayan menjadi lokasi paling ideal untuk pengembangan pasar tradisional pesisir karena memiliki jumlah penduduk terbesar serta cakupan wilayah yang luas, mencapai sekitar 1.622 kilometer persegi.

Selain aspek kebutuhan masyarakat, Sutami juga menegaskan bahwa pembangunan pasar rakyat memiliki dasar hukum yang jelas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang penataan pasar tradisional dan modern.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi tentang menghadirkan pemerataan ekonomi. Wilayah pesisir juga harus maju,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti usulan tersebut dengan kajian dan langkah konkret agar pembangunan pasar di wilayah pesisir dapat segera direalisasikan.

Indra/Adv