banner 728x250.

Tambang Emas Tradisional Makin Marak, DPRD Ingatkan Risiko Lingkungan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 632 kali

Berau, Global-satu.com – Aktivitas tambang emas tradisional di Kecamatan Kelay dan Segah terus meningkat dalam setahun terakhir. Di balik geliat ekonomi tersebut, ancaman kerusakan lingkungan di kawasan hulu menjadi perhatian serius.

Sejumlah titik bekas galian yang dibiarkan terbuka tanpa reklamasi menunjukkan lemahnya pengendalian di lapangan. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan kerusakan ekosistem jangka panjang.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menilai persoalan tambang rakyat bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi dan sosial masyarakat.

“Fenomena ini tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan saja. Harus ada kebijakan yang seimbang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tekanan ekonomi menjadi salah satu pemicu meningkatnya aktivitas tambang rakyat, sehingga masyarakat menjadikannya sebagai alternatif penghasilan.

Namun demikian, Rudi menegaskan bahwa pendekatan larangan semata tidak akan efektif tanpa diiringi solusi konkret bagi masyarakat penambang.

“Kalau hanya melarang tanpa solusi, justru bisa menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk tidak membiarkan lubang galian terbuka yang berpotensi merusak ekosistem.

Selain itu, DPRD menyoroti masuknya penambang dari luar daerah yang berpotensi memicu konflik sosial, sehingga pengelolaan tambang rakyat diharapkan lebih memprioritaskan masyarakat lokal.

“Kuncinya ada pada keseimbangan. Ekonomi berjalan, lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.

Indra/Adv