banner 728x250.

Bupati Berau Sri Juniarsih Tegur Keras PLN Terkait Krisis Listrik yang Berkepanjangan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 859 kali

TANJUNG REDEB, Global-Satu.Com –  Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan kekecewaan atas kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN UP3 Berau) yang dinilai lamban dalam menyelesaikan masalah krisis listrik di Bumi Batiwakkal. Kondisi listrik yang sering padam telah memicu kemarahan warga, bahkan menimbulkan aksi protes beberapa waktu lalu.

Sebagai kepala daerah dan pelanggan PLN, Sri Juniarsih ikut merasakan dampak pemadaman tersebut.

“Saya juga mengalami pemadaman. Saya langsung komplain ke PLN, karena saya ini pelanggan mereka juga,” ungkap Sri Juniarsih, Kamis (19/9/2024).

Ia menegaskan, sudah melakukan intervensi menggunakan kewenangannya sebagai bupati untuk mendesak PLN agar segera mengambil tindakan, terutama dengan menyiapkan daya alternatif yang bisa mengurangi wilayah terdampak pemadaman.

Sri Juniarsih juga mengungkapkan bahwa salah satu pembangkit utama, PLTD Sambaliung, mengalami insiden ledakan yang memperluas area pemadaman di beberapa kecamatan. Ia menilai situasi ini seharusnya menjadi perhatian serius dari PLN, dan menyarankan agar mereka segera mendatangkan pembangkit cadangan dari luar.

“PLN seharusnya sudah punya solusi untuk hal seperti ini. Skema penggunaan pembangkit cadangan dari luar sudah pernah dilakukan, seharusnya mereka lebih siap,” katanya.

Meskipun PLN berada di bawah naungan Kementerian BUMN, yang membuat pemerintah daerah tak memiliki wewenang penuh untuk melakukan intervensi, Sri Juniarsih tetap menuntut agar PLN lebih memperhatikan keluhan warga. Ia juga mendukung aksi protes yang dilakukan masyarakat Berau, tetapi mengingatkan agar tidak ada tindakan anarkis atau pengrusakan.

“Saya mendukung aksi warga, tapi jangan sampai melakukan pengrusakan. Itu bukan solusi,” tegasnya.

Sri Juniarsih mengungkapkan, sehari setelah aksi massa terjadi, dirinya langsung berkomunikasi dengan komisaris PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Ia menuntut agar PLN segera mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan sehingga krisis listrik di Berau tidak terus berulang.

“Sebagai pelanggan, saya punya hak yang sama untuk menyampaikan keluhan. Ini harus jadi perhatian serius PLN,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Berau untuk berpikir positif dan bekerja sama dalam mencari solusi jangka panjang untuk masalah kelistrikan ini, bukan sekadar saling menyalahkan.

“Kita harus bersatu menyelesaikan masalah, bukan menjatuhkan satu sama lain,” tutup Sri Juniarsih.

Nada/Rdk/Adv