SAMARINDA – Sebagai bentuk Sinergitas dan Soliditas dengan awak media, Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Hudi Ismono adakan coffee morning di ruang Kunjungan Lapas pada Jum’at (10/3/23).
Kegiatan yang bertujuan jalin keakraban dan silaturahmi ini merupakan agenda yang ke-2 kalinya, yang secara rutin di gelar pertiga bulan.
“Di tengah kesibukan dan padatnya pekerjaan, namun sesuai janji saya, kami akan mengadakan coffee morning dengan rekan media, yang akan rutin kita adakan selama tiga bulan sekali, dalam pertemuan ini kita diskusilah apa-apa permasalahan yang terjadi, dan kami siap menerima masukan beserta saran dari teman-teman semua,” ucap Kalapas Hudi Ismono saat membuka acara coffee morning itu.
Dalam kesempatan itu Hudi Ismono menjelaskan tekait sejumlah pertanyaan yang diutarakan para awak media, diantaranya prihal kebijakan mengenai narapidana seumur hidup yang statusnya dapat berubah menjadi narapidana sementara melalui grasi atau pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh presiden, dengan catatan berkelakuan baik selama kurun waktu lima tahun.
“Mengenai narapidana seumur hidup terdapat 15 orang di lapas kami, dalam menanganinya kami melakukan pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan kepada mereka, kami lakukan pembinaan, pengajuan grasi itu dapat kami ajukan apabila selama lima tahun berkelakuan baik tidak ada pelanggaran, saat ini ada 8 orang yang di ajukan,” terangnya.
Pada kesempatan itu Kepala Lapas Hudi Ismono melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Sukardi turut menyampaikan terkait program kegiatan KPLP yang terdiri dari dua jenis tugas yang di emban yakni pembinaan dan pengamanan.
“Kami ada program gerak cinta namanya, jadi gerak cinta ini sebagai sinergi terhadap tugas dan fungsi kami, bagian pembinaan, bagian keamanan semua gerak kedalam, kami temui warga binaan seminggu sekali kami adakan komunikasi dua arah, dan ini merupakan bagian dari deteksi dini kami,” ucapnya.
Lanjut Sukardi, apa yang menjadi keluhan dan apa yang menjadi hambatan mereka selama menjalani pidana akan diakumulasikan.
“Keluhan-keluhan ini kami rekap, semisal pertemuan pertama keluhannya 20, pertemuan kedua keluhannya 15, nah kemudian rekapan ini nanti akan kami jadikan tolak ukur sebagai peningkatan layanan kami,” tuturnya.
Selain itu seperti yang diutarakan Kalapas terkait perlakuan terhadap narapidana seumur hidup, KPLP juga mempunyai program “kami bisa”, kami menggunakan penyemangat kami bisa.
“Jadi 15 orang napi seumur hidup ini setiap bulannya akan kami kumpulkan, diminggu ke empat kami akan melakukan coffee morning, sarapan bersama mereka, dan akan kami nilai perubahan perilaku mereka apabila selama lima tahun melakukan pelanggaran akan kami ulang dari awal kembali, makanya kami dorong mereka untuk selalu berkelakuan baik dan mengikuti tata tertib di lapas,” bebernya.
Pada akhirnya mereka mendapatkan remisi atau grasi pembebasan bersyarat dan seterusnya meskipun remisi hanya sedikit itu merubah status mereka dari seumur hidup menjadi sementara.
Selanjutnya Kalapas Hudi Ismono juga menyampaikan hingga saat ini jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Samarinda sebanyak 751 orang dimana sebelumnya sempat 600 lebih namun terus bertambah.
Program-percepatan pembebasan itu sambung Hudi Ismono prosesnya terus kita lakukan, pada program integrasi berkaitan dengan kasus narkoba jika saat persidangan narkoba ternyata ada yang ditemukan positif maka akan kami cabutan pengajuan grasinya.
Sebagian masyarakat mainset nya masih menganggap bahwa lapas itu adalah penjara padahal dipenjara itu fisiknya saja hanya saja hak – haknya dibatasi.
“Hak mereka disini (lapas,red) masih tetap diberikan, seperti Hak makan , bertemu keluarga dan sebagainya,” imbuhnya.
Melalui kegiatan coffee morning ini Kalapas Hudi Ismono beserta jajaran berharap awak media mampu memberikan edukasi, informasi yang positif.
“Oleh karena itu berikanlah informasi – informasi yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.(Nng)
.


.
.




