SIDOARJO – Haul adalah peringatan kematian seseorang yang biasanya diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur agar semua amal beserta ibadah yang dilakukannya dapat diterima oleh Allah SWT.
Haul adalah peringatan yang diadakan setiap setahun sekali serta tidak harus tepat di tanggal tertentu alias tidak bersifat sakral sebagaimana kita sedang memperingati hari ulang tahun. Hari serta tanggal pelaksanaan ditentukan dari berdasarkan pertimbangan tertentu yang telah berhubungan dengan acara-acara lain yang telah diselenggarakan bersamaan dengan peringatan haul ini, serta untuk memperingati jasa para leluhur.
Demikian juga dengan Desa Sidomulyo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo mengadakan Haul pada hari Sabtu (04/03/2023) bertempat di makam Mbah Demang Singo Menggolo dengan dihadiri dua ribu lima ratusan warga desa dan sekitarnya.
Menurut Ir. H. Sutrisno MH. Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PDIP komisi C mengatakan kegiatan haul Mbah Demang Singo Menggolo pertama kita melihat sejarah berdirinya terkait Desa Sidomulyo jadi Mbah Demang salah satu yang babat atau buka Desa Sidomulyo pada zaman waktu dulu. Dulunya Desa ini berupa hutan dengan banyak binatang buas makhluk tidak kelihatan. Bisa dikatakan desa yang angker atau wingit (Jawa). Karena kesaktiannya maka binatang buas maupun hal-hal yang mengganggu berhasil ditaklukan dan membangun desa
“Pertama kita melihat sejarah berdirinya Desa Sidomulyo yang ada kaitannya dengan Mbah Demang,” terang Ir. H. Sutrisno MH.
“Kedua nantinya bisa menjadi wisata religi yang ada di Sidoarjo,” tambahnya.
Abah Dewan mengatakan kedua pemikiran saya itu nantinya bisa jadi wisata religi dengan rangkaian dari Mbah Ud, makam Sono. Museum Mpu Tantular dan makam Mbah Demang. Sehingga Desa Sidomulyo bisa menjadi ikon wisata religi di Sidoarjo.
Abah Tris menjelaskan penting pesan saya memperingati haul ini kita bisa mengingat sejarah Bung Karno yang mengatakan jas merah jangan lupa sejarah jadi anak-anak muda ini mungkin sebagian belum tahu bagaimana asal-usul Sidomulyo dengan adanya haul ini bisa mengerti akan sejarah desanya, serta tidak melupakan budaya Nusantara.
“Harapan kedepannya generasi muda atau milenial jangan sampai melupakan sejarah dan budaya Nusantara,” kata Abah Tris.
Winarto ketua panitia Haul mengatakan kegiatan ini diadakan setiap tahun dan saat ini yang ke tiga belas. Sebetulnya dari dahulu sudah dilaksanakan karena tidak tercatat dan tidak mengetahui mulai kapan maka kita hitung mulai tahun 2020. Kegiatan ini Mengundang sekitar dua ribu undangan untuk warga desa baik itu di Desa Sidomulyo maupun sekitarnya serta mengundang bapak camat, DPRD dan Bupati.
“Kegiatan ini merupakan yang ke tiga belas. Dan dihadiri dari bapak Camat Buduran, Ir. H. Sutrisno anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo,” terangnya
“Kita menggugah warga desa untuk selalu mengingat akan sejarah Desa Sidomulyo khususnya Mbah Demang,” ujarnya.
Ketua panitia menjelaskan kita menggugah warga untuk mengingat bahwa Mbah Demang yang babat alas untuk desa Sidomulyo yang dituakan melalui Haul. Jangan sampai melupakan orang-orang yang mendahului kita atau yang punya jasa terhadap Desa Sidomulyo.
Zainul Ma’arif PJ kepala desa Sidomulyo menjelaskan sangat berbangga dan berbahagia sekali karena masyarakat desa Sidomulyo guyub rukun memupuk semangat gotong royong, silaturahim serta ukhuwah islamiyah warga desa dalam rangka haul yang ke-13 Mbah Demang Singo Menggolo. Dimana masyarakat masih mengingat akan jasa-jasa beliau yang diberikan oleh sesepuh Desa Sidomulyo Mbah Demang singo Menggolo yang telah membuka Desa seluas ini untuk kesejahteraan masyarakat desa
“Alhamdulillah warga masyarakat guyub rukun memupuk semangat gotong royong, silaturahim serta ukhuwah islamiyah di acara haul Mbah Demang,” kata PJ Kades Zainul
Pak Kades mengatakan harapan kedepannya warga masyarakat Desa Sidomulyo terutama generasi muda tidak melupakan jasa dari Mbah Demang melalui kegiatan haul, di masa yang akan datang secara rutin di bulan Sya’ban setiap tahun.
“Harapan kedepannya masyarakat Desa khususnya generasi muda jangan sampai melupakan sejarah berdirinya Desa Sidomulyo serta selalu uri-uri budaya Nusantara,” terang pak Kades.(msa)
.






.
.




