banner 728x250.
News  

DPRD Samarinda Minta Program IKD Segera Disosialisasikan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 777 kali

SAMARINDA – Komisi I DPRD Samarinda mengadakan hearing terkait program terbaru dari Catatan Sipil, yakni Scan Barcode untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada Senin (20/2/2023) di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Samarinda, jalan Basuki Rahmad, Kota Samarinda.

Dikatakan Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal, Dinas Catatan Sipil merupakan mitra dari komisi I. Maka itu, harapannya program IKD ini bisa disosialisasikan dan disebar untuk mempermudah masyarakat.

“Kita tahu kondisi dimasyarakat saat ini lebih mudah mengingat telpon selulernya daripada KTP. Sehingga nantinya, jika sedang diperjalanan itu kalau toh KTP ketinggalan, masyarakat tetap bisa mengaksesnya melalui aplikasi,” ujarnya.

Manfaat lainnya, tidak usah khawatir jika nanti fisik KTP hilang. Itu tidak menjadi masalah karena sudah ada aplikasi IKD. Semua data-data ada disana. Selain itu lanjut Joha, IKD ini lebih hemat biaya dari pada KTP fisik. Sebab, tidak memerlukan mesin percetakan lagi.

“Daripada kita menggunakan anggaran untuk mencetak fisik KTP. Dengan program ini lebih memudahkan masyarakat. Mungkin bisa juga digunakan dengan program lain jika sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Kedepannya, DPRD Kota Samarinda akan melakukan sosialisasi bersama Discapil. “Disini ada ruangan yang nantinya akan kita pakai bersama-sama dengan Capil untuk mengumpulkan warga. Atau nanti, kita sosialisasikan saat anggota dewan melaksanakan reses atau sosper,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Capil Kota Samarinda HM Subhan menjelaskan tujuan adanya IKD ini agar tidak ada lagi yang namanya pencetakan fisik KTP. Artinya, KTP itu ada didalam HP.

“Jika masih mempertahankan pencetakan KTP, kan lumayan mahal bisa ratusan miliar sekali cetak. Karena perkeping itu sekitar Rp11 ribu atau Rp12 ribu per keping. Coba saja dikali, setiap tahunnya itu bisa puluhan juta keping KTP,” bebernya.

“Kalau tahun 2022 kemarin itu cetak 25 juta, dan itu juga tidak cukup. Pertengahan jalan di September sudah habis kemarin. Makanya ditambah berapa ribu, tahun ini jatahnya dibatasi hanya sekitar 15 juta keping untuk seluruh Indonesia,” pungkasnya.(Nng/lyd)