banner 728x250.
News  

Buka Jalan Mobil Ambulan Relawan Bripka Syahrudi Tuai Ucapan Terimakasih Belasan Unit Ambulan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 767 kali

SAMARINDA –  Kepadatan arus lalulintas terjadi di Jalan Juanda, Samarinda Ulu. Penumpukan kendaraan makin menjadi saat traffic light menunjukkan berwarna merah. Secara otomatis seluruh kendaraan menuju persimpangan Antasari berhenti.

Bertepatan dengan itu. Sebuah mobil ambulans membawa pasien buru-buru hendak membawa pasien tersebut untuk berobat sekitar pukul 07.40 Wita. Sayang, tak satupun kendaraan yang ada didepan memberi jalan.

Meski auman sirine ditambah klakson mobil sudah dibunyikan berulang kali. Tak satupun kendaraan yang berjajar rapat di depan mau membuka jalan. Kondisi ini membuat sopir ambulans was-was akan kondisi pasien.

“Saya bawa pasien patah kaki kanan dan bahu kanan dari Jalan Bukit Alaya. Hendak saya antar ke rumah sakit karena pasien kesakitan,” kata Ridho, sopir ambulans

Beruntung, disaat genting dan ketidakpedulian pengendara yang ada di jalan tersebut. Seorang petugas kepolisian datang. Petugas polisi yang belakangan bernama Bripka Syahrudi dengan spontan berlari ke tengah jalan dengan maksud membuka jalan untuk ambulans.

Syahrudi berteriak sembari tangannya memberi isyarat agar mobil menepi di kiri mau pun kanan jalan agar ambulans bisa segera melintas.

“Saya juga kaget pak polisi itu langsung datang dan berlari ditengah jalan. Kejadian itu saya rekan dengan ponsel saya. Setelah jalan terbuka baru kami melintas dan sampai ke rumah sakit dengan aman,” tukas Rido.

Belasan ambulans relawan kemudian mendatangi Mapolsekta Samarinda Ulu untuk mendatangi Bripka Syahrudi. Para relawan ini mengucapkan terima kasih atas aksi spontanitas yang dilakukannya untuk memperlancar perjalanan ambulans.

“Saya kebetulan ada di pos untuk berjaga. Mendengar suara sirine dan klakson yang terjebak kemacetan. Secara spontan turun untuk membuka jalan,” ucap Bripka Syahrudi pada Rabu ( 8/2/2023).

Sementara ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto mengatakan, mobilitas ambulans di Samarinda cukup tinggi. Dalam sehari satu ambulans relawan bisa melayani pasien 2 hingga 3 kali.

Pertumbuhan kendaraan ditambah jam sibuk. Membuat beberapa jalur yang menjadi perlintasan ambulans membawa pasien kadang macet.

“Kesadaran warga untuk memberi jalan kepada ambulans yang membawa pasien sangat penting. Karena, setiap menit sangat berharga bagi ambulans untuk menyelamatkan pasien,” kata Jokis sapaan Akrabnya.

Apa yang dilakukan Bripka Syahrudi bisa menjadi contoh bagaimana perbuatan kecil bisa bermanfaat besar bagi yang membutuhkan. Jokis menambahkan sinergitas ambulans dan kepolisian terus terjaga demi kelancaran tugas kemanusiaan relawan.

“Dari lubuk hati paling dalam. Kami ucapkan Terima kasih kepada pihak kepolisian,” tutup Jokis.