banner 728x250.

Krisis Air Bersih di Pesisir Berau, DPRD Dorong Pembangunan Intake di Tanjung Batu

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 797 kali

Berau, Global-satu.com – Persoalan krisis air bersih di wilayah pesisir Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian DPRD. Pemerintah daerah didorong segera mengambil langkah konkret dengan memprioritaskan pembangunan sistem penyediaan air bersih, khususnya di Tanjung Batu dan Pulau Derawan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, mengungkapkan hasil kajian awal menunjukkan kawasan Tanjung Batu memiliki potensi sumber air yang melimpah, baik dari air tanah maupun air permukaan. Kualitasnya pun dinilai telah memenuhi standar air minum nasional sehingga layak dikembangkan sebagai sumber utama.

“Potensi air di Tanjung Batu sangat memungkinkan untuk dijadikan sumber intake. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya dalam sebuah forum beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama ini masyarakat pesisir masih bergantung pada air sumur dan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal, terlebih di beberapa wilayah kualitas air mengalami penurunan akibat kontaminasi dan salinisasi, terutama di daerah pesisir.

“Sudah lama masyarakat mengonsumsi air yang tidak layak tanpa pengolahan memadai. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Sebagai solusi, Dedy mengusulkan agar pembangunan titik intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) difokuskan langsung di Tanjung Batu, bukan dengan menarik jaringan dari wilayah lain seperti Merancang. Menurutnya, langkah tersebut lebih efisien dari sisi anggaran dan meminimalkan risiko gangguan distribusi akibat jarak serta kondisi medan.

Dengan adanya intake mandiri, distribusi air bersih diyakini akan lebih optimal menjangkau kampung-kampung sekitar, termasuk Pulau Derawan. Infrastruktur pendukung juga direncanakan, mulai dari jaringan pipa hingga ke dermaga, serta pembangunan instalasi pengolahan air modern guna menjamin kualitas air tetap aman dikonsumsi.

Untuk wilayah kepulauan seperti Derawan, skema distribusi alternatif juga disiapkan. Air bersih nantinya dapat didistribusikan menggunakan kapal dan ditampung dalam tangki berkapasitas besar guna memastikan ketersediaan pasokan, terutama saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Dedy menegaskan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Selain berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, ketersediaan infrastruktur air yang memadai juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi di Berau.

“Kalau air bersih terpenuhi, dampaknya luas. Kesehatan membaik, pariwisata tumbuh, dan investasi akan lebih mudah masuk,” pungkasnya.

Indra/Adv