Berau, Global-satu.com – Nasib puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Berau yang belum menerima gaji sejak Januari hingga April 2026 menuai sorotan DPRD Berau. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat jika tidak segera diselesaikan.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau guna meminta penjelasan sekaligus mencari solusi konkret.
“Dalam waktu dekat kami akan menjadwalkan rapat kerja dengan Dinkes untuk membahas persoalan ini secara menyeluruh,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterima DPRD, terdapat sekitar 158 tenaga non database yang terdampak, termasuk tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis. Puluhan di antaranya merupakan nakes yang hingga kini belum menerima haknya.
Elita menjelaskan, persoalan ini semakin kompleks akibat regulasi nasional yang tidak lagi membuka ruang bagi tenaga honorer, sementara kebutuhan tenaga di lapangan masih tinggi. DPRD pun tengah menelusuri kejelasan status para tenaga tersebut sebagai dasar penentuan solusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji nakes pegawai tidak tetap (PTT). Meski belum menerima gaji hingga empat bulan, para nakes tetap menjalankan tugas di berbagai unit pelayanan, termasuk IGD dan puskesmas.
DPRD Berau menegaskan persoalan ini tidak boleh berlarut-larut dan meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. “Mereka sudah bekerja dan menjalankan tugasnya. Hak mereka harus dipenuhi,” tegas Elita.
Indra/Adv
.
.
.




