banner 728x250.

DPRD Berau Soroti Lambannya Akses Jalan ke Pelabuhan Manteritip

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 952 kali

Berau, Global-satu.com – Lambannya pembangunan akses jalan menuju kawasan Pelabuhan Manteritip kembali mendapat sorotan DPRD Berau. Infrastruktur yang belum tuntas dinilai berpotensi menghambat pengembangan kawasan pergudangan serta aktivitas logistik di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, menegaskan bahwa akses menuju pelabuhan harus segera diselesaikan agar potensi ekonomi di kawasan Manteritip dapat berkembang secara maksimal. Ia menilai posisi pelabuhan sangat strategis, terlebih setelah pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Namun hingga saat ini, jalur utama yang menghubungkan langsung ke area dermaga disebut belum sepenuhnya terbangun. Kondisi tersebut dinilai menjadi kendala utama dalam mendorong pertumbuhan kawasan pergudangan yang sebelumnya telah direncanakan.

β€œKalau akses jalannya tidak dituntaskan, kawasan itu akan terus tertinggal dan pengembangan pergudangan sulit berjalan,” tegasnya.

Dedy menjelaskan kawasan Manteritip telah masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) sebagai pusat pergudangan dan penunjang logistik daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah tetap konsisten menjalankan arah pembangunan sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi perubahan kebijakan secara tiba-tiba, khususnya terkait penetapan kawasan pergudangan. Menurutnya, inkonsistensi kebijakan dapat berdampak besar terhadap efektivitas perencanaan pembangunan dan penggunaan anggaran daerah.

β€œRTRW itu harus dijalankan secara konsisten. Jangan sampai berubah-ubah karena dampaknya besar terhadap perencanaan daerah,” katanya.

Selain pembangunan jalan, DPRD juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jembatan di wilayah Sambaliung sebagai penunjang konektivitas menuju kawasan pelabuhan. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mempercepat mobilitas distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata.

Indra/adv