banner 728x250.

DPRD Berau Inisiasi Raperda Penguatan BUMK untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 542 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Kabupaten Berau tengah menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pedoman Pembentukan dan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat kampung.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menjelaskan regulasi tersebut disusun untuk memberikan arah yang lebih jelas bagi kampung dalam mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan usaha yang dikelola secara mandiri.

β€œPembangunan kampung tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga harus didukung oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan sektor ekonomi produktif,” ujar Rudi.

Ia menilai BUMK memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian di sekitar 100 kampung di Kabupaten Berau, sehingga tidak boleh hanya dijadikan formalitas.

Menurutnya, ketergantungan kampung terhadap Anggaran Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) masih cukup tinggi dan perlu dikurangi melalui penguatan usaha ekonomi kampung.

β€œKalau masih bergantung terus pada ADD dan ADK, pembangunan kampung tidak akan berkembang optimal,” tuturnya.

Rudi mencontohkan beberapa kampung seperti Long Lanuk, Labanan Makarti, dan Sukan Tengah yang telah berhasil mengelola BUMK secara baik dan dapat menjadi role model bagi kampung lainnya.

β€œPengalaman kampung yang sudah berhasil bisa dijadikan acuan. Tinggal bagaimana kampung lain mau mulai dan serius mengelolanya,” tambahnya.

Ia juga menyoroti potensi pengembangan usaha dari sektor perkebunan, terutama pemanfaatan limbah kelapa sawit yang dinilai dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola melalui BUMK.

β€œBUMK bisa mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Rudi berharap raperda ini dapat memberikan ruang lebih luas bagi kampung untuk mengelola usaha secara mandiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli kampung dan memperkuat ekonomi daerah.

β€œSaya harap kampung-kampung mampu membiayai pembangunan secara berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung pada dana pemerintah,” tandasnya.

indra/adv