BERAU, Global-satu.com – Pemkab Berau membantah kabar pemangkasan besar-besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN. Pemerintah menegaskan, komponen belanja tersebut tetap diperhatikan di tengah efisiensi anggaran daerah.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memastikan tidak ada rencana menghapus hak pegawai maupun memangkas TPP secara drastis sebagaimana informasi yang beredar.
“Kami tidak mungkin melakukan hal seperti itu,” ujarnya.
Sri mengatakan, kabar tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Penyesuaian keuangan daerah tetap dilakukan dengan memperhatikan hak dan kesejahteraan aparatur.
Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto turut memberikan penegasan. Menurutnya, belum ada pembahasan formal antara legislatif dan eksekutif mengenai rencana pemangkasan TPP ASN.
Ia menjelaskan, tekanan efisiensi tidak serta-merta membuat seluruh komponen belanja dipotong. Setiap penyesuaian memerlukan pembahasan dan perhitungan.
“Bahkan di tengah efisiensi anggaran saat ini, TPP tetap menjadi salah satu keharusan yang wajib dianggarkan,” tegasnya.
Dedy menyebut TPP berkaitan dengan kinerja sekaligus kesejahteraan pegawai. Karena itu, informasi mengenai pemangkasan besar-besaran perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kekhawatiran.
“Kabar tentang pemangkasan besar-besaran harus diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan ASN,” pungkasnya.
(Indra/Advertorial)
Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu
.
.
.




