banner 728x250.

Ambisi Ekspor Kakao Berau Terancam, DPRD Soroti Sulitnya Akses Pupuk

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 964 kali

Berau, Global-satu.com – Ambisi menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan ekspor di Kabupaten Berau terancam tersendat. Di tengah meningkatnya permintaan pasar, petani justru dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni sulitnya memperoleh pupuk berkualitas.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menilai kondisi ini sebagai masalah serius yang tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan, pengembangan sektor kakao tidak akan berjalan optimal jika kebutuhan dasar petani belum terpenuhi.

“Bagaimana kita bicara ekspor kalau petani masih kesulitan pupuk? Ini persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kakao Berau—khususnya yang telah melalui proses fermentasi—mulai menarik perhatian pasar. Cita rasa khas yang dihasilkan menjadikan produk ini diminati, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, peluang tersebut dinilai terancam oleh keterbatasan akses pupuk. Rudi mengingatkan, jika persoalan ini tidak segera diatasi, dampaknya akan langsung terasa pada produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Kakao fermentasi kita punya keunggulan rasa. Tapi tanpa dukungan pupuk, kualitas dan produksinya bisa menurun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan potensi risiko lain, yakni beralihnya petani ke komoditas lain yang dianggap lebih mudah dan minim risiko. Jika hal itu terjadi, upaya menjadikan kakao sebagai komoditas andalan daerah bisa terhambat.

Untuk itu, DPRD Berau meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Selain menjamin ketersediaan pupuk, pemerintah juga didorong memperkuat pelatihan teknis serta menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi petani.

“Petani harus didukung dari hulu sampai hilir. Jangan sampai mereka kehilangan motivasi karena kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi,” tegasnya.

Rudi menambahkan, keberhasilan sektor kakao tidak hanya diukur dari tingginya permintaan pasar, tetapi juga dari kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.

“Kakao Berau punya potensi besar. Tapi kuncinya ada pada petani. Kalau mereka kuat, ekonomi daerah juga akan ikut terdongkrak,” pungkasnya.

Indra/Adv