banner 728x250.

Bupati Berau Peringatkan Pengelola SPPG: Jangan Utamakan Bisnis, Kualitas Gizi Harus Jadi Prioritas

Ilustrasi
Ilustrasi
banner 728x250. banner 728x250.

BERAU, Global-satu.com – Pemerintah Kabupaten Berau memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil evaluasi terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Berau.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program MBG Berau, Mohammad Said, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan melakukan pemeriksaan terhadap 14 SPPG sejak 2025.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, mulai dari persoalan administratif, kebutuhan diversifikasi, hingga fasilitas strategis di kawasan Limunjan dan Perumahan Korpri yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, terdapat sejumlah SPPG yang dibangun secara mandiri oleh pihak vendor sebelum dilakukan sinkronisasi secara matang dengan kebutuhan dan perencanaan pemerintah daerah.

Menanggapi temuan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG harus tetap berorientasi pada tujuan utama, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengingatkan agar pengelola SPPG tidak menjadikan program tersebut semata-mata sebagai peluang bisnis dengan mengabaikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Jangan sampai program yang tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa justru lebih mengedepankan kepentingan bisnis,” tegas Sri Juniarsih.

Bupati juga menyoroti variasi menu makanan yang dinilai masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar dan harapan. Menurutnya, kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian utama seluruh pengelola SPPG.

Saat ini, tercatat terdapat 17 SPPG di Kabupaten Berau, dengan empat di antaranya masih berstatus pasif atau belum beroperasi.

Sri Juniarsih meminta para pengelola memperhatikan seluruh aspek penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan pangan berkualitas, kebersihan peralatan makan, penerapan standar higienitas, hingga variasi menu yang diberikan setiap hari.

Sebagai langkah penguatan pengawasan, Pemkab Berau akan mengoptimalkan peran Dinas Pangan bersama instansi terkait untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap operasional SPPG.

Selain pengawasan dari pemerintah daerah, pihak sekolah juga diharapkan terlibat aktif dalam memastikan makanan yang diterima para siswa memenuhi standar kelayakan, baik dari segi kebersihan maupun kualitasnya.

Pemkab Berau menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan pelayanan, tetapi juga dari terjaminnya kualitas pangan dan pemenuhan gizi bagi seluruh penerima manfaat.

 

(Adv/Rdk)

Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu