BERAU, GLOBAL-SATU.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring kondisi cuaca panas dan kekeringan di Kalimantan Timur. Pemerintah Kabupaten Berau mencatat terdapat 277 titik panas (hotspot) di wilayah Kaltim.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan kondisi tersebut saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Forkopimda dan perwakilan perusahaan, Rabu (19/8/2026).
Sri mengatakan, tim gabungan masih menghadapi berbagai kendala dalam penanganan kebakaran, mulai dari lokasi titik api yang sulit dijangkau hingga keterbatasan peralatan dan sumber air.
Saat ini tersedia sekitar 52 unit sarana pemadam yang tersebar di 13 kecamatan. Jumlah tersebut dinilai belum memadai apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah lokasi. Keterbatasan BBM juga menjadi kendala operasional di lapangan.
Pemkab Berau kemudian meminta dukungan perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan untuk membantu penanganan karhutla, baik melalui personel, peralatan maupun kebutuhan operasional.
Sri meminta perusahaan segera menyampaikan komitmennya melalui DLHK Berau. Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga wilayah konsesinya.
Menurut Sri, dampak karhutla dapat meluas ke berbagai sektor, termasuk kesehatan, transportasi dan perekonomian. Ia mengingatkan pengalaman 2019 ketika kabut asap sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Berau.
“Jika Karhutla kembali terjadi hingga mengganggu penerbangan, tentu program pengembangan pariwisata juga akan terdampak,” ujarnya.
Indra/ADV
Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu
.
.
.




