banner 728x250.
ADV, Berau, News  

Gamalis Tinjau Dua Puskesmas di Tengah Lonjakan Kasus ISPA di Berau

banner 728x250. banner 728x250.

BERAU, Global-satu.com  – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Berau dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Di tengah dampak kabut asap karhutla, ISPA kini menempati urutan kedua penyakit dengan kasus terbanyak setelah hipertensi.

“ISPA ini yang tadinya berada di 10 besar, ranking ke-9 atau ke-8, hari ini sudah menjadi ranking ke-2 setelah hipertensi. Perkembangannya sudah tiga kali lipat,” ungkap Wakil Bupati Berau Gamalis, Kamis (3/9/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar turut mewaspadai dampak asap, selain ancaman kebakaran. Menurutnya, paparan partikel halus PM2.5 juga ditemukan berada di atas rata-rata di dalam ruangan.

Gamalis meminta perhatian lebih terhadap anak-anak dan ibu hamil. Warga diimbau membatasi kegiatan di luar rumah serta mengenakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Berau memastikan persediaan obat dan alat kesehatan masih mencukupi. Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb, dr. Nina Damayanti Madjid, menyampaikan bahwa kebutuhan obat untuk sementara masih terpenuhi.

“Untuk sementara, Alhamdulillah, kondisi untuk obat-obatan masih tersedia dan masih ter-cover,” ujarnya.

Selain memantau puskesmas, Gamalis mengecek persediaan oksigen medis di salah satu distributor di Tanjung Redeb. Berdasarkan hasil pemantauan, stok yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sejumlah fasilitas kesehatan.

“Kita ingin memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan tetap aman. Dari hasil pemantauan, untuk oksigen masih cukup,” katanya.

Pemkab Berau akan terus memantau ketersediaan obat, alat kesehatan, dan oksigen sebagai antisipasi apabila kasus ISPA kembali bertambah. Kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian dari penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat.

(Indra/Advertorial)