banner 728x250.

19 Tahun ASDEKI, Perkuat Peran Industri Depo Kontainer Nasional

banner 728x250. banner 728x250.

SURABAYA, Global-satu.com – Memasuki usia ke-19, Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran industri depo kontainer dalam mendukung kelancaran ekosistem logistik nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan ASDEKI’s Day 2026 yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (11/9/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas perjalanan ASDEKI selama hampir dua dekade menghadapi berbagai dinamika di sektor logistik Indonesia.

Ketua Umum ASDEKI, Mustafa Kamal Hamka, mengatakan perjalanan 19 tahun bukan sekadar persoalan usia organisasi. Berbagai perubahan dan tantangan yang terjadi di sektor logistik menjadi bagian dari proses pendewasaan ASDEKI sebagai wadah para pelaku industri depo kontainer.

“19 tahun ini bukan perjalanan yang singkat. Banyak dinamika, tantangan dan perubahan yang telah kita lalui bersama. Namun, semuanya menjadi bagian dari proses untuk menjadikan ASDEKI semakin kuat dan semakin bermanfaat bagi anggota maupun industri,” ujar Mustafa.

Menurutnya, perkembangan industri logistik ke depan akan semakin kompleks. Pelaku usaha dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan efisiensi, menghadapi persaingan serta menjawab kebutuhan sistem logistik yang cepat dan terintegrasi.

Atas kondisi tersebut, ASDEKI tidak ingin hanya berfungsi sebagai wadah berhimpunnya pengusaha depo kontainer. Organisasi ini didorong mengambil peran lebih strategis melalui komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Mustafa menilai, sinergi tersebut penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang mampu memberikan kepastian usaha sekaligus memperkuat daya saing industri logistik nasional.

Semangat memperkuat organisasi juga datang dari daerah. Ketua DPW ASDEKI Kalimantan Timur, Nuhgrahi Mawan atau Ahong, berharap usia ke-19 menjadi momentum untuk semakin memperkuat soliditas ASDEKI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurut Ahong, pelaku industri depo kontainer di daerah menghadapi persoalan yang tidak selalu sama. Karena itu, komunikasi antara pengusaha, pemerintah dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Harapan kami, ASDEKI semakin solid, semakin maju dan mampu menjadi wadah yang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Di daerah, kami juga ingin terus membangun sinergi agar industri depo kontainer dapat tumbuh sehat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian,” harap Ahong.

Ia juga mendorong seluruh DPW ASDEKI di berbagai daerah untuk semakin aktif membangun komunikasi dan memperkuat jaringan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada kepengurusan di tingkat pusat, tetapi juga pada soliditas anggota dan DPW di daerah.

Bagi ASDEKI, peringatan 19 tahun ini pun tidak berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut menjadi pijakan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi perubahan industri logistik yang semakin dinamis.

Memasuki usia ke-19, ASDEKI diharapkan semakin profesional dalam memperkuat anggotanya, sekaligus mampu mengambil peran lebih besar dalam mendorong terciptanya sistem logistik Indonesia yang efisien, kompetitif dan berkelanjutan.

 

Indra/rdk

Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu