BERAU, GLOBAL-SATU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali mengajak masyarakat untuk melakukan ikhtiar spiritual di tengah kondisi cuaca panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) dan dipusatkan di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb. Ibadah tersebut digelar sebagai bentuk doa bersama agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan yang melanda Kabupaten Berau dapat berangsur teratasi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengajak masyarakat, khususnya warga Tanjung Redeb dan wilayah sekitarnya, untuk turut hadir dalam pelaksanaan salat Istisqa tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan minimnya hujan telah membuat vegetasi mengering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Saat ini kita sedang menghadapi ancaman fenomena cuaca El Nino yang memicu kenaikan suhu ekstrem dan panas terik luar biasa. Kondisi ini membuat vegetasi kering dan sangat rentan terbakar,” ujar Sri Juniarsih.

Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan berbagai langkah penanganan karhutla. Upaya pemadaman dan pengendalian titik api dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD serta unsur terkait lainnya.
Namun, menurut Sri Juniarsih, penanganan kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan upaya teknis di lapangan. Doa dan dukungan masyarakat juga dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini.
“Berbagai upaya pemadaman karhutla terus kami lakukan bersama jajaran instansi terkait. Namun, ikhtiar fisik harus diimbangi dengan ikhtiar batin,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Muslim di Kabupaten Berau untuk bersama-sama mengikuti salat Istisqa dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Berau untuk hadir dan melaksanakan salat Istisqa bersama, memohon agar Tuhan menurunkan hujan rahmat di daerah kita,” tuturnya.
Pelaksanaan salat Istisqa diharapkan tidak hanya menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan serta karhutla yang berdampak terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Berau.
Adv*
Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu
.
.
.




