Global-satu.com, BERAU – Insiden kapal cargo pengakut logistik menyenggol turap Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb pada Minggu (2/8/2026) diduga akibat kapal terbawa arus surut yang cukup kencang.
Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden tersebut diduga dipicu derasnya arus sungai saat kondisi air surut.
Ia menerangkan, KM Pekan Riau itu bertolak dari dermaga sekira pukul 05.50 Wita, dengan membawa sekitar 100 peti kemas. Saat melakukan olah gerak keluar dari dermaga menuju area labuh umum, kapal mengalami kendala akibat kuatnya arus.
“Berdasarkan informasi awal, senggolan terjadi karena arus surut yang cukup kencang, sehingga kapal mengenai turap di tepian sungai,” ujarnya.
Meski demikian, KUPP masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. Saat ini, nahkoda kapal beserta pihak-pihak terkait, masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran dalam proses pelayaran.
“Proses pemeriksaan terhadap nahkoda kapal dan pihak terkait masih berlangsung,” katanya.
Lister memastikan, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Setelah kejadian, KM Pekan Riau langsung diarahkan untuk berlabuh, agar tidak mengganggu aktivitas keluar masuk kapal di alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Redeb.
Ia menjelaskan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kesalahan atau pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran.
“Sanksinya diberikan sesuai dengan pelanggaran,” tandasnya.
Sementara itu, kondisi turap yang terdampak kini telah ditinjau oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk penanganan lebih lanjut. (/tim)
Wartawan: Global Satu, Editor: Global Satu
.
.
.




