Berau, Global-satu.com β Komoditas kakao Kabupaten Berau yang berhasil menembus pasar internasional mendapat perhatian dari DPRD Berau. Pencapaian tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Novriansyah, mengatakan meningkatnya permintaan kakao dari berbagai negara seperti Prancis, Jepang, dan Swiss menunjukkan produk kakao Berau memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
βIni kabar baik untuk Berau. Kakao bukan hanya sekadar komoditas perkebunan, tetapi sudah menjadi pintu masuk ekonomi baru yang harus kita kelola dengan serius,β ujar Arman.
Ia mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan untuk memperkuat petani sebagai ujung tombak produksi melalui peningkatan kualitas bibit, pelatihan budidaya, serta penguatan kelembagaan petani.
βYang paling penting ke depan adalah bagaimana petani kita benar-benar siap. Mulai dari peningkatan kualitas bibit, pelatihan budidaya, sampai penguatan kelembagaan petani,β tambahnya.
Arman menegaskan pentingnya hilirisasi kakao agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan juga pengembangan produk olahan yang memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
βKami mendorong agar tidak hanya berhenti pada ekspor biji kakao, tetapi juga pengembangan produk olahan,β jelasnya.
Selain itu, ia menilai keterlibatan sektor swasta sangat penting untuk mendukung pengembangan kakao di Berau mengingat keterbatasan anggaran daerah, sehingga kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan sektor tersebut.
βKami di DPRD mendorong perusahaan ikut berkontribusi. Tidak bisa hanya mengandalkan APBD,β tegasnya.
Arman berharap kakao dapat menjadi penopang ekonomi baru daerah sekaligus memperkuat posisi Berau di pasar global.
indra/adv
.
.
.




