banner 728x250.

DPRD Berau Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini, Sumadi Tekankan Pentingnya Edukasi dan Kesiapan Mental

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 839 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat akan bahaya pernikahan dini yang masih kerap terjadi di tengah lingkungan sosial. Fenomena ini dinilai dapat berdampak serius terhadap masa depan generasi muda, terutama dari sisi pendidikan, mental, dan ekonomi.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa pernikahan di usia muda sering kali dilakukan tanpa kesiapan yang matang.

“Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga. Jadi kesiapan dari pernikahan itu sangat penting dan berpengaruh,” ujar Sumadi.

Ia menjelaskan bahwa aturan mengenai batas usia pernikahan sebenarnya sudah diatur melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami maupun menerapkannya dengan baik.

“Mungkin ke regulasinya. Di KUA kan ada ketentuan umur berapa yang boleh menikah dan sebagainya. Itu harus diperjelas dan dipahami masyarakat,” tuturnya.

Sumadi menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan utama. Menurutnya, banyak kasus pernikahan dini terjadi karena dorongan sesaat tanpa mempertimbangkan kesiapan ekonomi maupun mental.

“Kita harus banyak memberikan edukasi. Banyak yang menikah sebenarnya hanya karena nafsu, padahal secara ekonomi belum siap,” tegasnya.

Ia juga menilai, kurangnya kesiapan dalam membangun rumah tangga sering memicu konflik yang berujung pada permasalahan sosial lebih luas. Karena itu, peran lembaga terkait seperti perlindungan anak dinilai sangat penting.

“Peran tim perlindungan anak dan lembaga terkait sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Sumadi mendorong agar sosialisasi risiko pernikahan dini dilakukan secara intensif di lingkungan sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, agar generasi muda lebih memahami konsekuensinya.

“Paling tidak minimal lulus SMA baru menikah kalau sudah cukup usia. Yang penting siap bekerja, bukan sekadar mapan,” tutupnya.

Indra/Adv