banner 728x250.

DPRD Tekankan Mitigasi Risiko di Destinasi Wisata Berau Usai Insiden Liburan Lebaran

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 591 kali

Berau, Global-satu.com – DPRD Kabupaten Berau menekankan pentingnya mitigasi risiko di seluruh kawasan wisata menyusul insiden yang menimpa anak-anak saat masa libur Lebaran. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus menjaga citra pariwisata daerah.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan bahwa aspek keselamatan wisatawan, khususnya anak-anak, masih belum menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sejumlah destinasi wisata di daerah.

“Aspek keselamatan ini sangat penting. Selain itu orang tua juga harus benar-benar memperhatikan dan mengawasi anak saat berlibur, jangan sampai lengah,” ujar Subroto.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada orang tua. Pemerintah daerah bersama pengelola wisata juga memiliki peran besar dalam memastikan setiap lokasi wisata aman bagi pengunjung.

“Daerah rawan harus dipetakan, potensi bahaya harus diantisipasi, termasuk gangguan hewan liar. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” tegasnya.

Subroto mendorong adanya langkah konkret berupa peningkatan pengawasan di lapangan, kesiapsiagaan petugas, serta pemetaan titik-titik rawan di seluruh kawasan wisata Berau.

Menurutnya, mitigasi risiko bukan sekadar formalitas, melainkan faktor utama dalam menjaga kepercayaan wisatawan terhadap destinasi daerah.

“Kalau destinasi itu aman, orang tidak akan ragu untuk datang. Tapi kalau sering terjadi insiden, kepercayaan publik bisa turun,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi pengunjung, terutama anak-anak, sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kecelakaan di lokasi wisata.

“Edukasi dan sosialisasi keselamatan harus menjadi bagian dari paket wisata. Pengunjung yang sadar akan risiko akan lebih hati-hati,” ujarnya.

Subroto juga mendorong sinergi antara pengelola wisata dan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan mitigasi risiko, termasuk penyediaan fasilitas keselamatan dan prosedur tanggap darurat yang memadai.

“Pengawasan harus diperkuat. Apa yang dibutuhkan di lapangan harus diajukan ke pemerintah daerah, supaya wisata kita benar-benar aman dan tetap diminati,” pungkasnya.

Indra/Adv