banner 728x250.

Kekurangan Ruang Kelas di Pesisir Berau Jadi Sorotan DPRD

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 922 kali

Berau, Global-satu.com – Ketimpangan antara lonjakan jumlah siswa dan minimnya fasilitas pendidikan di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan DPRD. Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah pesisir yang mengalami pertumbuhan penduduk akibat aktivitas industri.

Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti salah satu wilayah terdampak yakni Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, yang mengalami kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) seiring meningkatnya jumlah anak usia sekolah.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk di kawasan pesisir tidak terlepas dari masuknya tenaga kerja perusahaan yang berdampak langsung pada meningkatnya jumlah siswa.

“Jumlah penduduk meningkat, otomatis jumlah siswa juga naik. Tapi sayangnya, fasilitas pendidikan tidak ikut berkembang,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah kewalahan dalam menampung siswa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung tidak ideal akibat keterbatasan ruang kelas.

Frans mengingatkan, jika persoalan ini dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya pada kenyamanan siswa, tetapi juga pada penurunan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

“Jangan sampai anak-anak kita belajar dalam ruang sempit dan fasilitas terbatas. Ini menyangkut kualitas pendidikan mereka ke depan,” ujarnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Berau segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan sarana pendidikan, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi.

Frans menegaskan, perencanaan pendidikan harus disesuaikan dengan dinamika wilayah, terutama daerah yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi soal masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Indra/Adv