banner 728x250.

Kasus Asusila di Sekolah Disorot DPRD Berau, Pelaku Diminta Diproses Hukum

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 985 kali

Berau, Global-satu.com – Dugaan kasus asusila di lingkungan sekolah di Kabupaten Berau memicu perhatian serius DPRD. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya para orang tua, terhadap keamanan anak saat menempuh pendidikan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa tindakan asusila di dunia pendidikan merupakan pelanggaran berat yang mencederai fungsi sekolah sebagai ruang aman bagi siswa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan justru menjadi lokasi terjadinya tindakan yang merusak masa depan anak,” ujarnya.

Ia mendesak agar penanganan kasus dilakukan secara cepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, langkah tegas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.

“Tidak boleh ada kompromi. Jika terbukti, pelaku harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Dedy juga menyoroti respons yang dinilai lambat dari pihak terkait. Ia meminta Dinas Pendidikan Berau segera mengambil langkah konkret tanpa menunggu tekanan publik semakin besar.

“Penanganan yang lambat hanya akan memperburuk situasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, DPRD mengkritisi kemungkinan penanganan yang hanya berujung pada sanksi administratif, seperti mutasi terhadap oknum terduga pelaku. Menurutnya, langkah tersebut tidak menyelesaikan persoalan secara tuntas dan berpotensi menimbulkan kasus serupa di tempat lain.

“Kalau hanya dipindahkan, itu bukan solusi. Justru berpotensi membahayakan lingkungan lain. Kasus ini harus diselesaikan sampai tuntas,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD menekankan pentingnya perlindungan bagi korban. Pendampingan secara psikologis dan sosial dinilai harus diberikan secara maksimal agar korban dapat pulih tanpa trauma berkepanjangan.

Sebagai langkah pencegahan, DPRD juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah. Penguatan mekanisme pelaporan, peningkatan peran tenaga pendidik, serta edukasi kepada siswa menjadi hal penting agar kasus serupa tidak terulang.

Dedy memastikan DPRD Berau akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas, sekaligus mendorong perbaikan sistem pendidikan yang mampu menjamin keamanan peserta didik.

“Kami ingin memastikan anak-anak terlindungi sepenuhnya. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” pungkasnya.

Indra/Adv