banner 728x250.

Anggaran Besar untuk Kelay, DPRD Tekankan Keberlanjutan Program

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 605 kali

Berau, Global-satu.com – Besarnya alokasi anggaran untuk Kecamatan Kelay mendapat apresiasi dari DPRD Berau. Namun, keberlanjutan program pembangunan menjadi perhatian utama agar tidak terhenti di tengah jalan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menyampaikan hal tersebut dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap Kelay sudah cukup besar, tetapi harus diiringi dengan komitmen jangka panjang, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Jangan sampai program yang sudah berjalan justru terhenti. Masyarakat berharap pembangunan ini berlanjut dan benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Sakirman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, dukungan sektor swasta dapat menjadi solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Di sektor pendidikan, ia menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Merabu. Akses pendidikan bagi anak-anak dari Kampung Mapulu dan Panaan dinilai masih terbatas karena harus menempuh jarak yang cukup jauh.

“Kalau harus ke Merapun, Long Beliu, apalagi Tanjung Redeb, jaraknya cukup jauh untuk anak usia SMP. Ini harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.

Ia berharap wilayah Mapulu, Merabu, dan Panaan dapat memiliki fasilitas SMP sendiri agar pemerataan pendidikan bisa terwujud. Sementara untuk jenjang SMA, menurutnya, siswa relatif lebih siap jika harus melanjutkan pendidikan ke luar kampung.

Pada sektor infrastruktur, Sakirman menekankan pentingnya penentuan prioritas pembangunan. Ia menyoroti dua proyek besar, yakni lanjutan pembangunan Jembatan Muara Lesan dan jalan lingkar dalam, yang dinilai sulit diselesaikan secara bersamaan dalam waktu dekat.

Menurutnya, pemerintah harus menentukan fokus agar salah satu proyek dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Ia juga mengusulkan pembukaan akses jalan terlebih dahulu tanpa harus menunggu pengaspalan selesai.

“Yang penting aksesnya dulu terbuka. Aspal bisa menyusul, tapi masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Di sektor kesehatan, Sakirman turut menyoroti keterbatasan layanan dasar di sejumlah kampung. Ia meminta Dinas Kesehatan memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan tenaga medis, fasilitas rawat inap, hingga armada ambulans.

Menurutnya, kekosongan tenaga kesehatan di wilayah terpencil menjadi persoalan serius, mengingat kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau.

“Jangan sampai masyarakat di daerah jauh tidak mendapat layanan karena tidak ada tenaga medis. Ini harus jadi prioritas,” tegasnya.

Melalui forum Musrenbang tersebut, DPRD Berau berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret, guna mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan dasar di wilayah pedalaman.

Indra/Adv