banner 728x250.

Ulap Doyo Dorong Budaya dan Ekonomi

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 990 kali

SAMARINDA, Global-satu.com – Upaya menjaga warisan budaya daerah terus diperkuat di Kota Samarinda melalui Workshop Menenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar yang berlangsung di Aula SDN 008 Samarinda Utara, Sabtu (11/4/2026) lalu. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus dorongan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi lokal.

Workshop diikuti berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Kehadiran generasi muda dinilai penting agar budaya daerah tetap dikenal dan diwariskan di tengah perkembangan zaman.

Hal ini menjadi langkah berkelanjutan dalam melestarikan budaya khas Kalimantan Timur sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Lestari, mengatakan Ulap Doyo merupakan warisan budaya Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur dan memiliki nilai penting bagi identitas daerah.

“Ulap Doyo adalah warisan budaya Indonesia asal Kalimantan Timur yang harus dijaga bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Lestari menegaskan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya masyarakat adat, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Ke depan, semua elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, menilai workshop tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan budaya lokal melalui dunia pendidikan.

Menurut Barlin sapaan akrabnya, menuturkan Ulap Doyo perlu dimasukkan dalam muatan lokal di sekolah agar siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu berinovasi mengembangkan produk budaya daerah.

“Potensi Ulap Doyo cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti busana, karpet, hingga dekorasi interior, sebagaimana Sarung Samarinda yang telah dikenal luas,” tuturnya.

Disisi lain, Pengrajin sekaligus narasumber Imam Rojiki dari Tenggarong menambahkan, Ulap Doyo juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan jika didukung pengembangan bahan baku dan industri turunannya.

“Pengembangan Ulap Doyo harus didukung dari hulu ke hilir, termasuk ketersediaan bahan baku melalui budidaya tanaman doyo,” katanya.

Ia turut mengapresiasi langkah Desa Lempake yang terus mengembangkan rumah tenun dan wisata budaya berbasis Ulap Doyo sebagai daya tarik lokal.