banner 728x250.

Distribusi LPG 3 Kg Jadi Sorotan DPRD Berau Jelang Ramadan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 956 kali

Berau, Global-satu.com – Lonjakan kebutuhan rumah tangga selama bulan suci Ramadan kembali menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Berau. Salah satu isu yang disoroti adalah potensi terganggunya distribusi LPG bersubsidi tiga kilogram di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lengah menghadapi pola tahunan yang kerap terjadi setiap Ramadan hingga Idulfitri. Menurutnya, kenaikan konsumsi LPG sering kali berujung pada kelangkaan di tingkat pengecer.

Ia menegaskan, persoalan yang terjadi bukan semata pada ketersediaan stok, melainkan pada distribusi yang kerap tidak terkendali dan berpotensi tidak tepat sasaran.

“Setiap Ramadan sampai Idulfitri, kebutuhan pasti meningkat. Jika distribusinya tidak diawasi dengan baik, LPG bisa menghilang di lapangan dan masyarakat kecil yang paling terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh, mulai dari agen hingga pangkalan. Menurutnya, celah distribusi di tingkat bawah sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu, sehingga gas subsidi tidak sampai kepada kelompok yang berhak.

Padahal, LPG tiga kilogram merupakan program subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro. Oleh karena itu, penyalurannya harus benar-benar dijaga agar tidak disalahgunakan.

Sakirman juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipatif sejak dini. Ia menilai, kesiapan stok dan kelancaran distribusi harus menjadi prioritas selama Ramadan.

“Jangan sampai masyarakat kesulitan hanya karena distribusi tidak tertib. Pengendalian ini harus menjadi fokus utama agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” tegasnya.

DPRD Berau berharap, dengan pengawasan yang diperketat serta langkah antisipatif yang tepat, potensi kelangkaan LPG bersubsidi dapat dicegah. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi rumah tangga.

Indra/Rdk/Adv