KALTIM, Global-satu.com – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, belum juga mereda. Setelah menuai sorotan karena nilai anggarannya yang mencapai Rp8,5 miliar.
Kini perhatian publik tertuju pada kemewahan interior kendaraan yang disebut-sebut sebagai varian Range Rover Autobiography LWB PHEV atau setara di kelas SUV premium global.
Sebagai varian long wheelbase (LWB), kendaraan ini menawarkan ruang kabin belakang ekstra lega dengan konfigurasi kursi model executive. Fitur yang tersemat bukan sekadar standar SUV, melainkan kelas VVIP, pengaturan elektrik penuh, ventilasi, pemanas, hingga fungsi pijat (massage seat).

Suspensi udara (air suspension) serta material interior berbalut kulit premium dengan sentuhan trim kayu atau metal berkualitas tinggi semakin menegaskan kesan eksklusif.
Tak hanya itu, konsol tengah belakang dilengkapi layar sentuh untuk mengatur suhu kabin, posisi kursi, hingga sistem hiburan. Kemewahan inilah yang memicu kritik di ruang publik.
Kemewahan interior inilah yang menjadi salah satu bahan kritik influencer nasional melalui akun Instagram @davidalfasunarna.

Dalam video yang viral, ia mempertanyakan urgensi pembelian SUV premium tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau medannya berat, kenapa nggak jalannya saja yang dibenahi? Rp8,5 miliar itu bisa bangun berapa kilometer jalan baru untuk warga?” ujarnya dalam video yang viral.
Ia juga menyinggung fitur interior mewah kendaraan tersebut. “Itu mobil buat ke mal, bukan ke hutan. Ini pakai APBD,” kritiknya.
Sorotan serupa datang dari konten kreator Ferry Irwandi. Dalam unggahannya di Threads, ia menghitung potensi alternatif penggunaan anggaran Rp8,5 miliar tersebut.
“Anggaran segitu bisa bangun 3–5 kilometer jalan, bisa bangun puskesmas tipe D, cold storage 30–50 ton, atau jadi dana bergulir untuk ratusan UMKM. Kalau 200 UMKM masing-masing naik omzet Rp3 juta per bulan, itu sudah Rp600 juta per bulan atau Rp7,2 miliar setahun tambahan aktivitas ekonomi,” tulisnya.
Ia bahkan menyindir, bila kebutuhan utama adalah kendaraan medan berat, maka mobil double cabin dinilai sudah memadai.

Perbandingan semakin tajam ketika publik menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, memilih menggunakan SUV listrik melalui skema sewa.
Nilai kendaraan yang digunakan berkisar Rp550–600 juta per unit, jauh di bawah angka Rp8,5 miliar. Langkah itu disebut sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus dukungan terhadap transisi energi bersih.
Indra/Rdk
.
.
.




