banner 728x250.
News  

BKM Pertanyakan SMAN 4 Kota Bekasi Terkait PPDB Online Sistem Zonasi

IMG-20220713-WA0004
IMG-20220713-WA0002
IMG-20220713-WA0003
banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.025 kali

KOTA BEKASI – Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pertanyakan Sistem PPDB ON Line Zonasi dan bersamaan dengan. Puluhan orang tua wali murid calon Siswa mendatangi SMAN 4 Bekasi, Lantaran tidak mendapatkan Zonasi untuk anaknya terkait penerimaan calon siswa melalui PPDB online. berbagai upaya yang ditempuh olehnya baik SMAN 12 maupun SMAN 4 Bekasi. Selasa (12/7/22).

Dalam orasinya didepan pintu gerbang masuk sekolah SMAN 4 Bekasi,Susana sihab mengungkapkan rasa kesedihan nya dihadapan rekan media, dirinya merasa sangat sedih’lantaran anaknya tidak mendapatkan Zonasi untuk masuk sekolah di SMAN 4 Bekasi.

” Saya sedih Zonasi tersingkir tidak dapat, prestasi pun tersingkir padahal jarak rumah saya dekat ke sekolah cuma 10 atau 15 menit, saya berkeyakinan anak saya bisa masuk ke sekolah SMAN 4 ini,” kata Susana.

Dirinya mengaku, (Susana) bahwa anaknya tidak terlalu bodoh amat, disekolah mempunyai nilai tinggi rata rata 8,6 dan meraih rangking 1 dan rangking ke 2. Dengan Rasa keyakinan ia terus berusaha berulang kali mencoba mendaftarkan di Sekolah Negeri.

” Sebagai orang tua saya ingin anak masuk ke SMAN, sudah berusaha karena apa, Kalo Swasta kan tau sendiri biaya sekolah lebih besar apalagi kondisi seperti ini covid gini ya, jadi saya sedih gak bisa apa apa,”  ungkap nya Susana sihab.

Ia menjelaskan,berusaha berkali-kali mencoba mendaftar anaknya di sekolah SMAN 12 maupun SMAN 4 melalui Zonasi tersingkir dan prestasi pun tersingkir dirinya merasa putus asa anaknya tidak masuk Negeri.

” Jika memang Zonasi sudah menjadi aturan tolong dilihat lagi sekian persen untuk Zonasi, dan sekian persen untuk non zonasi.jangan hanya Zonasi sekitar orang sini aja gitu, baik nya itu di non Zonasi dikasih sekian persen juga dilihat dari prestasi anak begitu maksud saya,” tegas Susana dengan rasa sedihnya.

Ditempat yang sama,salah satu pengurus RW atau koodinator aksi, seorang tokoh masyarakat yang juga sebagai Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Harapan Jaya, Irvan usai mediasi dengan pihak SMAN 4 kota Bekasi. mengatakan kepada awak media “hasil musyawarah, pihak sekolah menyerahkan sepenuh nya kepada provinsi Karena Ini sudah sistem nya,” lanjutnya.

“Irvan berharap kedepannya pihak sekolah Sebelum di mulai nya PPDB online sebaik nya melibatkan pengurus Rw sekitar sekolah, Karena zonasi sangat menentukan,” ujar Irvan.

Sementara beberapa awak media mencoba menemui pihak sekolah SMAN 4 kota Bekasi tidak dapat ditemui, hingga berita ini di turunkan belum dapat di konfirmasi (Fathir Uung)