SAMARINDA – Kehidupan masyarakat di Indonesia salah satunya masyarakat Asli Kalimantan Timur, suku Dayak misalnya, tergantung pada hutan yang saat ini terancam oleh politik pembangunan, kepentingan para investor. Pemanfaatan lahan di bidang pertambangan, eksploitasi atau penebangan kayu. Hak-hak masyarakat adat di korbankan untuk pembangunan yang terutama di nikmati oleh kaum elit. Tradisi dan budaya masyarakat dayak yang berkaitan dengan hutan secara lansung ataupun tidak langsung tergantung pada ekosistem hutan yang merupakan sumber makanan dan perlindungan oleh berbagai jenis satwa.
Berbagai jenis kebudayaan suku dayak berkaitan dengan kehidupan alami di hutan, di antaranya tarian dan lagu-lagu meniru kehidupan di hutan. Dalam kehidupaan masyarakat dayak banyak menggunakan simbol-simbol yang berasal dari hutan, simbol ini terdapat dalam lukisan,ukiran yang teerdapat pada sarung dan mandaunya, burung enggang sebagai simbol seorang pemimpin yang ideal. Sayapnya yang tebal menggambarkan pemimpin yang melindungi rakyatnya. Suaranya yang keras menyimbolkan perintah pemimpin yang di dengar oleh rakyatnya. Selain itu mandau yaitu senjata pusaka yang menjadi simbol kehormatan dan jati diri pemiliknya.
.
.
.




