Rehabilitasi merupakan satu-satunya solusi dan kesempatan terbaik bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba untuk pulih dan memperoleh masa depan yang lebih baik.
Sebagai komitmen jaminan mutu dan kualitas seluruh lembaga rehabilitasi bnn telah memenuhi kriteria SNI 8807:2019, terakreditasi ISO 9001 2015 terkait dengan mutu layanan, memenuhi standar ISO 14001 2015 terkait mutu lingkungan, dan telah mendapatkan Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). selain itu, kategori layanan rawat jalan dan rawat inap mendapat indeks kepuasan masyarakat dengan kategori baik menurut kriterian Kemenpan RB.
Keberhasilan Program Rehabilitasi membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, selain mengembangkan fasilitas rehabilitasi di balai dan loka rehabilitasi, BNN juga membentuk unit rehabilitasi dari kelompok masyarakat yang disebut Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).
IBM merupakan upaya intervensi berkelanjutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat. Untuk memenuhi kekurangan kemampuan lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat dengan kebutuhan layanan rehabilitasi, BNN mengembangkan program yang disebut Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), dimana IBM dimaksudkan untuk melakukan Layanan Rehabilitasi yang bersifat ringan di masyarakat maupun intervensi berkelanjutan. Program Rehabilitasi yang dilakukan BNN tidak berhenti pada rehabilitasi medis dan sosial saja.
Usai menjalankan Program Rehabilitasi, BNN juga menyediakan layanan pendampingan dan pemulihan (pascarehabilitasi) kepada mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang telah diberikan kepada 2.847 klien.
Bidang Kerja Sama
Untuk mencapai tujuan bersama Indonesia Bersinar, dalam strategi Soft Power Approach BNN juga melakukan aktivitas kerja sama baik kerja sama tingkat Nasional, Bilateral, Regional, dan Multilateral.
Pada tahun 2021, BNN menjalin kerja sama bilateral dengan Kolombia, Arab Saudi, Iran, Rusia, Central Narcotic Bureau (CNB) Singapore, Taiwan National Police, dan Australian Fedral Police (AFP).
Kerja sama regional dilakukan BNN melalui pertemuan 7 Th Asean Ministerial Meeting On Drug Matters (AMMD), 42ND Asean Senior On Drug Matters (ASOD), dan Forum Brainstorming kepala BNN dengan
Duta Besar Republik Indonesia di kawasan Asia Tenggara sebagai Wadah Pertukaran Informasi Dalam Pelaksanaan Tugas.
.
.
.




