BNN juga telah berhasil mendorong 188 Puskesmas Institusi Penerima
Wajib Lapor (IPWL) di wilayah pedesaan dalam memberikan pertolongan pertama rehabilitasi kepada 2.994 klien.
Dalam upaya pemberantasan di desa, sinergitas yang dilakukan antara Babinsa, Bhabinkantibmas, dan Aparat Desa mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran narkoba dan berhasil mengidentifikasi 557 orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana narkoba.
Bidang pencegahan juga mengedepankan program ketahanan pada lingkungan keluarga serta lingkungan pendidikan, sekolah, dan komunitas.
Program ketahanan pada lingkungan keluarga menghasilkan 1.035 keluarga yang di intervensi untuk memiliki pengetahuan, pemahaman hidup yang sehat dengan meningkatkan komunikasi efektif di dalam keluarga.
Program ketahanan pada lingkungan pendidikan, sekolah, maupun komunitas, menghasilkan 1.740 Sekolah Bersinar pada Tingkat Pertama dan Menengah dengan jumlah siswa pelopor yang dilatih
sebanyak 8.700 orang. Sedangkan pada lingkungan kampus, telah dibentuk 352 Kampus Bersinar di 34 provinsi. Untuk program ini BNN bekerja sama dengan Dikdasmen Kemendikbud dan KPPA .
Program lain Bidang Pencegahan dilakukan melalui pembentukan Lapas Bersinar yang telah menghasilkan 175 Lapas Bersinar, hasil kerja sama antara BNN dengan Kemenkumham.
BNN berkolaborasi dengan BNPT dan KPK sebagai lembaga dengan kewenangan masing-masing dalam Penanganan Kejahatan Luar Biasa (Extraordinary Crime) untuk memaksimalkan strategi menghadapi
ancaman Narco-Terorism dan Narco-Corruption mendukung upaya pembangunan nasional dan pembangunan SDM yang unggul.

Di sisi lain, dalam rangka akselerasi pencegahan narkoba diseluruh lapisan masyarakat, BNN melakukan kampanye War On Drugs melalui kompetisi yang melibatkan partisipasi masyarakat, mulai dari Festival
Film Pendek, Tiktok Challenge, Smash On Drugs, Sing Against Drugs Choral Competition, dan lomba “Pantun Against Drugs”.
.
.
.




