banner 728x250.

Wacana Penggantian Nama Bandara Kalimarau Kembali Mengemuka

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 724 kali

BERAU,Global-satu.com – Isu perubahan nama Bandara Kalimarau kembali menjadi sorotan publik. Usulan mengganti nama bandara menjadi Raja Alam Sultan Alimuddin memicu perdebatan di kalangan masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan bahwa isu ini bukan hal baru. Ia bahkan pernah mengusulkan nama Sultan Alimuddin saat bandara baru selesai dibangun. Menurutnya, sejarah Berau erat kaitannya dengan dua kesultanan besar, Gunung Tabur dan Sambaliung, yang berperan penting dalam pembentukan wilayah.

Meski begitu, sebagian warga, termasuk masyarakat Teluk Bayur, tetap ingin mempertahankan nama Kalimarau yang sudah melekat lama. Rudi menilai perubahan nama bandara tidak mendesak dan bukan prioritas saat ini.

“Perubahan nama itu bukan sesuatu yang urgent,” ujarnya tegas, sambil menjelaskan bahwa nama Kalimarau telah dikenal luas dan tercantum dalam dokumen penerbangan nasional maupun internasional. Mengubahnya kini berpotensi menimbulkan kerumitan administratif dan biaya besar.

Rudi mengaku tidak keberatan jika pemerintah ingin mempertimbangkan nama yang pernah diusulkan, namun ia mempertanyakan mengapa isu lama ini kembali muncul.

Ia menekankan dua hal yang lebih penting untuk kemajuan Berau: peningkatan status bandara menjadi bandara internasional untuk menarik wisatawan mancanegara, serta penambahan panjang landasan pacu agar dapat melayani pesawat lebih besar. Fokus pada perubahan nama, menurutnya, hanya membuat pembahasan mundur, sementara kebutuhan vital pengembangan bandara terabaikan.

“Yang terpenting adalah peningkatan pelayanan, kenyamanan, dan kebersihan bandara, bukan sekadar nama,” ujarnya.

Baik pihak bandara maupun DPRD sepakat setiap keputusan harus melalui prosedur resmi dan melibatkan masyarakat, mengingat perubahan nama memerlukan adaptasi publik dan biaya administrasi yang tidak sedikit. Dengan demikian, prioritas utama tetap pada pengembangan infrastruktur dan pelayanan Bandara Kalimarau, bukan pergantian nama yang dianggap hanya wacana lama tanpa urgensi.

Indra/adv