banner 728x250.

Speed Boat SB Sri Eva Mulai Layani Penumpang Rute Tarakan–Berau

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.108 kali

Berau, Global-Satu.com – Perjalanan laut dari Tarakan ke Berau kini tak lagi memakan waktu lama. Melalui peluncuran speed boat SB Sri Eva, Sadewa Group menghadirkan layanan transportasi yang mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 3,5 jam. Layanan ini mulai beroperasi pada 16 Maret 2026 dari Tarakan dan 17 Maret 2026 dari Tanjung Redeb (PP).

Pemilik Sadewa Group, H. Mustamin, mengatakan bahwa pembukaan trayek ini menjadi langkah awal dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan.

“Harapan kami, konektivitas ini dapat mempererat hubungan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur di bidang maritim, ekonomi, dan pariwisata. Ke depan, diharapkan akan ada rute-rute lain yang bisa dibuka,” ucap pria yang disapa akrab H. Taming itu.

Saat ini, Sadewa Group baru mengoperasikan satu armada untuk melayani jalur tersebut. Namun, pihaknya berkomitmen menambah armada jika permintaan penumpang meningkat.

FOTO : H. Mustamin (Kanan) bersama istri, ditemui disela kegiatannya. Senin (16/03/2026) malam.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, baik dari kalangan pedagang, pebisnis, maupun pegawai yang membutuhkan jadwal perjalanan yang pasti dan rutin. Karena itu, ke depan penambahan armada menjadi hal yang penting untuk meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, speed boat tersebut menggunakan empat mesin berkekuatan masing-masing 250 horsepower, dengan total tenaga mencapai sekitar 1.000 horsepower. Dengan spesifikasi tersebut, waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 3,5 jam, dengan transit di Tanjung Batu untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Rute pelayaran dimulai dari Tarakan menuju Tanjung Batu sebagai titik transit, kemudian dilanjutkan ke Tanjung Redeb dengan jadwal keberangkatan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara rute sebaliknya, Tanjung Redeb–Tanjung Batu–Tarakan, dijadwalkan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Sementara itu, H. Taming menjelaskan bahwa kapal tidak singgah di Pulau Derawan karena jaraknya yang dekat dengan Tanjung Batu. Selain itu, keputusan tersebut juga bertujuan untuk mendukung keberlangsungan usaha transportasi laut skala kecil di wilayah tersebut.

“Jadi penumpang diturunkan di Tanjung Batu, lalu bisa melanjutkan perjalanan dengan speed boat kecil ke Derawan,” katanya.

Untuk tarif perjalanan, tiket dari Tarakan ke Tanjung Batu dipatok sekitar Rp280.000, sedangkan tujuan Tarakan–Tanjung Redeb sekitar Rp370.000.

SB Sri Eva dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti AC, toilet, televisi, sistem audio, pintu darurat, pelampung, serta kursi penumpang yang nyaman. Ke depan, layanan ini juga memungkinkan pengangkutan barang dalam skala terbatas.

“Fokus utama kami tetap pada angkutan penumpang. Namun, untuk kiriman barang skala kecil masih bisa dilayani, dengan mempertimbangkan kapasitas penumpang,” pungkasnya.

 

Indra/Rdk