banner 728x250.
News  

Rakor Teknis Pakar Revitalisasi Bahasa Daerah Kenyah, Melayu, Kutai dan Paser

IMG-20230303-WA0005
IMG-20230303-WA0006
IMG-20230303-WA0004
banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 939 kali

SAMARINDA – Kementrian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur di hari ke dua pada kamis (3/3/2023),menggelar rapat koordinasi tekhnis pakar revitalisasi bahasa Daerah Kenyah, Melayu, Kutai dan Paser bersama pengajar bahasa daerah.

Sebelumnya pada rabu (2/3/2023) dilaksanakan pula rakor revitalisasi bahasa daerah bersama komisi komisi x DPR RI dan Mitra Kerja bertempat di ruang ruhuirahayu Kantor Gubernur Kaltim.

Kegiatan ini di buka secara langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Kaltim Halimi Hadibrata dengan mengundang salah satu Narasumber yang berkompeten yaitu Syaiful Bahari Lubis dari Pusat pengembangan dan perlindungan Bahasa Kemendikbudristek.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Halimi Hadibrata menuturkan kegiatan hari ini merupakan kelanjutan program revitalisasi bahasa daerah yang ada di Kalimantan Timur pihaknya melakukan koordinasi secara teknis.

“Artinya hal-hal tekhnis pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah, dengan menghadirkan narsum dari Jakarta yang memberikan paparan bagaimana pelaksanaan tekhnis revitalisasi bahasa daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut Halimi menjelaskan kegiatan Rapat koordinasi tekhnis pakar revitalisasi bahasa daerah Kenyah, Melayu, Kutai dan Paser bersama pengajar bahasa daerahnya ini merupakan kelanjutan dari program revitalisasi bahasa daerah.

” Revitalisasi bahasa daerah di tahun 2023 ini melanjutkan revitalisasi bahasa yang sudah di lakukan di tahun 2022 menambah kategori wahana ekspresi anak usia SD dan SMP di dalam festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), yaitu ada tambahan penulisan Cerpen, Komedi Tunggal atau Stand Up Komedi dan juga lagu daerah, untuk puisi, pidato, tarzulan, betoreh, sesuai muatan lokal sastra lisan disetiap bahasa itu telah dilaksanakan di tahun 2022 kemarin,” terangnya.

Untuk kegiatan ini kami berharap para mentor dari setiap bahasa daerah itu, memperoleh bekal yang cukup secara teknis sehingga nantinya bisa melakukan pelatihan untuk guru utama ditiap bahasa daerah di Kabupaten hari ini yang melibatkan 8 Kabupaten diantaranya Paser, PPU, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat,Kutai Timur dan Mahakam ulu.

” Para peserta selaku guru master atau utama melaksanakan pelatihan untuk pelatih atau Trining of trainer (T.O.T) terhadap guru muda MGMP / KKG di daerah, Pelaksanaan pembelajaran dikelas, keluarga dan komunitas, mengadakan FTBI Tingkat Kabupaten Kota, provinsi hingga selebrasi FTBI tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara Yudianti Herawati menjelaskan, di hari kedua ini sebanyak 15 mentor di undang dari Kabupaten Kutai, Paser dan Kenyah dengan jumlah peserta 100 orang peserta dari berbagai kalangan.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, mengundang mentor dari berbagai kalangan, dari Kutai, Paser, Kenyah, pimpinan Universitas serta Lembaga adat,” jelasnya.

Yudianti juga menambahkan dengan adanya revitalisasi bahasa daerah yang menjadi salah satu program kemendikbudristek yang di luncurkan dalam bentuk merdeka belajar episode 17, dan saat ini kami hanya mengambil tiga bahasa yakni bahasa itu Kenyah, Paser dan Kutai dan juga nanti bahasa Bulongan dan nanti akan menjadi bahan muatan lokal di Sekolah terutama untuk tingkat SD dan SMP.

“Selain itu mencari tunas-tunas muda, melestarikan memahami dengan jelas tentang bahasa daerah, karena kita tahu bahwa generasi muda saat ini jauh dengan kebahasaan daerah,” pungkasnya. (Nng)