TANJUNG REDEB, Global-Satu.Com – PT Prima Anugrah Sejahtera Nusantara (PASN), PT Prima Mas Berau (PMB), dan Travel Armanireka Perdana kembali menunjukkan kepedulian mereka kepada masyarakat dengan memberangkatkan 19 orang yang kurang mampu untuk melaksanakan ibadah umrah. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan yang telah dilaksanakan selama empat tahun berturut-turut.
Direktur Utama PT PASN dan PT PMB, Nuhgrahi Mawan, yang akrab disapa Ahong, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya melibatkan masyarakat kurang mampu, tetapi juga karyawan perusahaan dan berbagai grup kerja terkait, seperti TKBM dan grup tracking.
“Setiap bulan kami menabung dan mengocok nama-nama yang akan diberangkatkan, termasuk karyawan, grup TKBM, grup tracking, grup depo, dan orang-orang kurang mampu,” ujar Ahong pada Sabtu (21/9/2024).
Untuk itu, Kedua perusahaan secara konsisten menyisihkan dana sebesar Rp 30 hingga 50 juta setiap bulannya. Dalam setahun, dana yang terkumpul sudah cukup untuk memberangkatkan peserta umrah.
“Kalau sepuluh bulan, kan sudah bisa terkumpul. Setiap bulan kami menyisihkan Rp 30 juta hingga 50 juta. Kalau pendapatan bagus, bisa mencapai Rp 100 juta, tapi kalau kurang, mungkin sekitar Rp 70 juta,” jelas Ahong.
Selain itu, Ahong juga menekankan bahwa 10% dari total dana tersebut sudah ditanggung dalam perhitungan pajak perusahaan, mengingat dana tersebut masih dianggap sebagai laba perusahaan. Ahong berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk meningkatkan ibadah mereka, termasuk para wartawan dan karyawan.
“Semoga para wartawan dan karyawan lain lebih taat beribadah. Siapa tahu ke depannya bisa ikut umrah juga. Grup-grup media juga akan kami sentuh,” tambahnya.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, serta menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam meningkatkan kesejahteraan sosial melalui program-program berkelanjutan.
Sementara, kepala Perwakilan Berau, Yuliana mengatakan bahwa kegiatan manasik umroh akan dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan umroh yang dijadwalkan pada 21 September mendatang. Dalam kegiatan ini, total peserta yang terlibat mencapai 19 orang, di mana 15 orang berasal dari Berau dan 4 orang dari Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para calon jamaah untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan praktis.
Manasik umroh merupakan rangkaian pelatihan yang diadakan untuk membantu calon jamaah memahami tata cara dan pelaksanaan ibadah umroh. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan diberikan pemahaman tentang rukun umroh, syarat-syarat yang harus dipenuhi, serta doa-doa yang dianjurkan selama di tanah suci.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan penuh pengertian,” papar Yuliana.
Demikian, Yuliana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan sebelum keberangkatan.
“Setiap kali akan ada keberangkatan umroh, kami selalu mengadakan kegiatan manasik. Hal ini penting agar para jamaah lebih siap dan tidak merasa kebingungan saat berada di Mekkah dan Madinah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman dengan para pembimbing.
Dengan adanya kegiatan manasik ini, diharapkan para calon jamaah umroh dapat lebih memahami dan menghargai proses ibadah yang akan mereka jalani. Kesiapan yang matang akan membawa kedamaian dan keikhlasan dalam melaksanakan umroh. Yuliana berharap agar semua peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan siap untuk menjalani perjalanan spiritual yang sangat berarti.
Nada/Rdk
.
.
.




