KOTA BEKASI – Stadion Patriot Candrabhaga (PCB) yang merupakan stadion kebanggaan Kota Bekasi dipilih persija sebagai Homebase kembali akan menggelar pertandingan Liga 1 yang akan menjamu tamunya yaitu Arema Fc pada hari Minggu, 12 Februari 2023, pukul 15.30 dan melawan PS Barito Putra pada hari Rabu, 22 Februari 2023, pukul 15.30.
Berbagai cara untuk mendapatkan tempat, pertandingan sepak bola. Maka PT. Persija Jaya Jakarta (PJJ) terpilh Stadion Candrabhaga, menjadi tuan rumah di liga 1 untuk masa lama pertanding, diberi waktu 2 hari dengan jam yang telah ditentukan oleh pengelolah stadion PCB. Kamis (9/2/23).
Berjalannya kembali Stadion PCB yang menjadi venue pertandingan Liga 1 bisa terlaksana karena setelah dikeluarkannya surat persetujuan rekomendasi yang di tanda tangani langsung oleh Plt. Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto. Ini merupakan respon dan tindak lanjut atas permohonan PT. Persija Jaya Jakarta (PJJ) untuk meminjam Stadion PCB.
Surat yang diterbitkan oleh pengelolah Stadion PCB, harus taat serta mengikuti lima poin aturan, agar diterapkan dimasa dalam pertandingan sepak bola yang sedang berjalan, supaya nyaman dan aman buat pencinta group sepak bola.
Dengan dikeluarkannya surat rekomendasi tersebut ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, sebagai berikut:
1. Memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
2. Melakukan pembayaran retribusi 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
3. Menjaga keamanan,ketertiban & kebersihan area Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi dan siap bertanggung jawab apabila ada kerusakan.
4. Rekomendasi ini berlaku pada tanggal 12 dan 22 Februari 2023.
5. Bersedia memenuhi peraturan yang ada, berkenaan dengan pemakaian Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.
Dipercayakannya kembali stadion PCB menjadi venue pertandingan Liga 1 tidak terlepas dari kesiapan sarana prasarana yang ada baik itu fasilitas maupun segi keamanan berkaca dari pertandingan lalu pada saat Persija menghadapi Rans Nusantara Fc yang berjalan dengan aman dan lancar.
(Bon Fathir Uung)
.
.
.




