SAMARINDA – Dikukuhkannya Prof.Dr. H.M. Abzar Duraesa., S.Ag., M.Ag Bidang Ilmu Studi Islam menambah Khasanah guru besar yang ada di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, acara pengukuhan berlangsung di Gedung Auditorium 22 Dzulhijah pada Jumat (17/3/2023).
Acara pengukuhan sidang senat terbuka Prof Muhammad Abzar Duraesa dilakukan langsung oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Agama RI Prof Dr Nizar Ali., SAg., M. Ag didampingi Rektor UINSI Samarinda Prof Dr Mukhamad Ilyasin., M.Pd, Para Wakil Rektor disaksikan keluarga besar, civitas akademika UINSI, Kakanwil kemenag Kaltim H.Abdul Khaliq, Kepala Kemenag Samarinda H Baequni, Kepala Baznas Samarinda Widyasmoro Eko Prawito, Rektor UNMUL Samarinda Dr Ir H Abdunnur., M.Si., Wakil Rektor Unmul, Mantan Rektor Unmul Masjaya serta seluruh pejabat dan tamu undangan lainnya.
Usai mengukuhkan, Sekjen Kemenag RI Nizar Ali sebagai perwakilan Kementerian Agama RI menyampaikan ucapan selamat atas peraihan gelar guru besar bidang Ilmu studi Islam.
” Selamat kepada Bapak Abzar atas peraihan gelar guru besar hirang ilmu studi Islam yang gigih dan telaten dalam meraih gelar ini,” ucapnya.
Sementara itu Rektor UINSI Prof Dr Mukhamad Ilyasin mengungkapkan kegiatan ini dilakukan sebagaimana lazimnnya sebuah perguruan tinggi, pengukuhan guru besar itu rapat istimewa senat karena peristiwanya istimewa sehingga harus di agendakan tersendiri dan ini telah menjadi tradisi, manakala salah seorang dosen memperoleh gelar guru besar, kita kukuhkan agar mantap ala barokah.
” Yang pertama Insyallah dalam hitungan menit kita akan melakukan pengukuhan guru besar Prof. Dr. H.M. Abzar Duraesa ini sesuatu yang luar biasa bagi kita khususnya Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,” ucapnya saat mengawali sambutan pembukaan.
Lanjut Rektor UINSI ini, melalui pengukuhan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para dosen yang hingga saat ini masih dalam menempuh program akademi gelar guru besar.
“Paling tidak ini menjadi motivasi untuk dosen yang lain agar segera menuntaskan gelar akademik tertingginya yaitu guru besar karena itu sudah menjadi sebuah kewajaran,” imbuhnya.
Prof Dr Muhammad Abzar Duraesa manyampaikan orasi pidatonya yang berjudul Studi Islam dan Problematika Keilmuan Metarasional .
Yang pada esensinya menjadikan UINSI sebagai Universitas Islam moderat dan toleran terhadap perbedaan pendapat ditengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya ungkapan terimakasih diutarakannya terhadap seluruh pimpinan UINSI yang memberi semangat dan motivasi sehingga mampu meraih gelar sebagai guru besar.
” Saya sangat terharu atas seluruh pihak hingga bisa seperti saat ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali M.Ag turut menyampaikan Orasi Ilmiahnya.
Sebagaimana diketahui profil singkat Prof Dr H.M Prof.Dr. H.M. Abzar Duraesa ., S.Ag., M.Ag dilahirkan di Polman 26 April 1972, Isteri Wasria Amin Pangeran S.Ag Memiliki 3 orang anak yakni Zawilhikam Mohammad, Faqihul Hikam Mohammad, serta Zaki Hikam Mohammad.
Sodara kandung Hj Nursiam B.Sc, Drs. H.M Maisap.,M.Si, Siti Nafsah., S.Pd, Siti Maryam S.Keb., M.Hum, M.Wahidin, S.Kep., M.Si, Dr.Abad.Gafur., SE., AK., M.Si serta Nahdaliah. (Bud)
.





.
.




