banner 728x250.

Perkuat Ketahanan DAS Kelay, BPBD Berau dan PT Berau Coal Pacu Pembentukan Destana

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 970 kali

BERAU, Global-satu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau terus bergerak cepat dalam memitigasi risiko banjir tahunan. Menggandeng PT Berau Coal, BPBD menggelar sosialisasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi secara maraton di enam kampung yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay.

Agenda strategis yang berlangsung selama dua hari ini menyasar wilayah-wilayah rawan. Pada hari pertama, sosialisasi dilaksanakan di Kampung Long Lanuk, Tumbit Dayak, dan Tumbit Melayu. Memasuki hari kedua, tim gabungan bergeser ke Kampung Bena Baru, Pegat Bukur, dan Inaran.

Tujuan utama dari langkah ini bukan sekadar memberikan peringatan, melainkan mendorong aparatur kampung untuk mengaktifkan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana). Destana diproyeksikan menjadi garda terdepan yang membuat masyarakat mampu melakukan tindakan preventif dan respons cepat secara mandiri di tingkat lokal.

Sebagai landasan operasional, BPBD Berau juga telah merampungkan Rencana Kontinjensi (Renkon). Dokumen ini menjadi pedoman baku agar respons darurat dapat terkelola secara cepat, tepat, dan efektif, sekaligus menjadi instrumen mobilisasi sumber daya saat status darurat ditetapkan.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Berau, Dedy Haryanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor ini.

“Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi erat dengan PT Berau Coal. Harapan kami, setelah ini aparatur kampung memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, khususnya dalam membentuk Destana. Kami ingin masyarakat lebih mandiri dalam melakukan tanggap darurat,” jelas Dedy.

Tak hanya teori, tim Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal turut menerjunkan personel ahli untuk memberikan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi yang interaktif.

Materi yang diberikan difokuskan pada skenario dampak banjir, mulai dari bantuan hidup dasar, penanganan korban tenggelam, hingga prosedur menangani kondisi tersedak yang kerap terjadi akibat kepanikan saat bencana. Warga juga dibekali teknik kontrol pendarahan sebagai langkah awal sebelum bantuan medis tiba.

Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, mengapresiasi langkah jemput bola ini. Menurutnya, edukasi ini sangat relevan mengingat wilayahnya menghadapi ancaman hidrometeorologi setiap tahun.

“Ini adalah bagian penting dari proses kerja sama kita. Dengan potensi bahaya yang ada, kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dan memiliki kesiapan mental maupun teknis dalam menghadapi musibah,” ujar Suharyadi.

Di sisi lain, Manager ERG PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari penguatan sistem manajemen risiko bencana di tingkat lokal.

“Kegiatan ini mencakup pemahaman indikator peringatan dini, prosedur evakuasi, hingga mitigasi berbasis komunitas. Langkah ini sangat penting untuk meningkatkan efektivitas respons di wilayah rawan,” kata Andi.

Andi menambahkan bahwa kerja sama antara BPBD Berau dan ERG PT Berau Coal selama ini berjalan efektif, terutama dalam dukungan teknis dan koordinasi lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan dampak materiil maupun korban jiwa saat bencana melanda.

Indra/Adv